Bin Ladin Borong Saham Bakrie & Brothers

Bin Ladin Group memborong sebanyak 12% saham PT Bakrie & Brothers Tbk pada harga Rp330 per saham atau diperkirakan mencapai Rp3,71 triliun

Hidayatullah.com–Bin Ladin Group memborong sebanyak 12% saham PT Bakrie & Brothers Tbk pada harga Rp330 per saham atau diperkirakan mencapai Rp3,71 triliun, sehingga menambah kepemilikannya di perusahaan investasi itu menjadi 15%.

Seorang eksekutif yang mengetahui transaksi ini mengatakan transaksi jual beli saham tersebut ditutup sebelum libur Idulfitri yang berlangsung selama sepekan pada 30 September-5 Oktober.

“Kalau dihitung-hitung, setelah dikurangi biaya transaksi, pembelian saham terjadi pada harga Rp330 per saham,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Nilai transaksi itu lebih tinggi atau premium 34,69% dibandingkan dengan harga saham Bakrie & Brothers per penutupan 29 September yang sebesar Rp245 per saham.

Harga saham berkode perdagangan BNBR ini tidak beranjak dari posisi penutupan hari sebelumnya. Mengacu pada harga penutupan tersebut, nilai pasar Bakrie & Brothers mencapai Rp22,96 triliun.

Harga saham BNBR pada sepanjang tahun ini telah merosot 57,04% dibandingkan dengan level tertinggi yang berhasil dicapainya Rp717 pada 5 Februari.

Eksekutif yang tidak bersedia diungkap jati dirinya itu menambahkan Bin Ladin telah mempunyai 2%-3% saham di Bakrie & Brothers, yang pembeliannya dilakukan pada saat perusahaan milik keluarga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie itu menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) beberapa bulan yang lalu.

Dengan pembelian kembali saham tersebut, dia memperkIraqan kepemilikan Bin Ladin di Bakrie & Brothers meningkat menjadi sekitar 15%.

Menurut dia, Bin Ladin tertarik untuk memiliki saham di Bakrie & Brothers karena bisnisnya sejalan dengan bisnis utama perusahaan asal Timur Tengah itu, yakni di bidang infrastruktur khususnya konstruksi.

Bakrie & Brothers adalah perusahaan investasi yang mempunyai sejumlah anak usaha bergerak di berbagai bidang seperti energi, utilitas, infrastruktur, dan perkebunan. Anak usaha Bakrie & Brothers a.l. PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, dan PT Bakrie Indo Infrastructure.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali menuturkan pemegang saham perseroan memang terdiri dari berbagai kebangsaan, termasuk dari Timur Tengah. Namun, dia tidak mengetahui secara persis transaksi tersebut.

“Saya belum cek. Ini merupakan share holder action. Ada banyak pemegang saham di Bakrie & Brothers, masalah siapa yang masuk saya tidak dapat berkomentar. [Soal kepemilikan Bin Ladin] itu saya dengar, tetapi tidak ada notifikasi ke perusahaan,” jelasnya.

Bin Ladin merupakan perusahaan konstruksi yang didirikan oleh Mohamed Bin Ladin, bapak Osama Bin Ladin.

Incar lahan

Bin Ladin Group sedang mengincar lahan seluas 500.000 hektare untuk mengembangkan pertanian padi dengan investasi sekitar US$4,37 miliar di Merauke, Papua.

Analis T Paramitra Alfa Sekuritas Gina N Nasution mengatakan pembelian saham PT Bakrie & Brothers Tbk tersebut akan menjadi sentimen positif bagi saham berkode BNBR tersebut di pasar

“Di tengah tren pergerakan bursa yang mixed, pembelian saham Bakrie oleh investor Timur Tengah akan menjadi sentimen positif, meski pengaruhnya terhadap indeks tidak terlalu besar,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Secara fundamental, lanjutnya, pembelian saham tersebut tidak banyak memengaruhi kinerja perseroan, karena hanya merupakan aksi jual beli kepemilikan saham biasa untuk menggali dana

Namun, dia memperkIraqan saham anak perusahaan Bakrie sedikit terimbas sentimen positif tersebut, terutama saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang tertekan karena penurunan harga minyak mentah dunia.

Anak usaha Bakrie lainnya adalah PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk.

Dalam risetnya, analis PT CIMB-GK Securities Indonesia Rania Rahmundita menetapkan target harga saham BNBR pada harga Rp570. Dia mengambil posisi netral terhadap saham itumenyusul eksposur utang senilai US$1 miliar yang ditanggung perusahaan milik keluarga Bakrie ini.

Sumber: [bisnis/www.hidayatullah.com]

22 Tanggapan

  1. thanks for info :)

  2. Wah… wah… wah…!

  3. weleh aq nga ngerti

    numpang lewat aja hehehehe

  4. betul itu? invest pertanian di papua? wah betul itu?

  5. subhanallah. salut buat osama. terus berjuang. Allahu Akbar

  6. wah wah wah
    bang bakrie yang ga bisa ngliat tanah kosong, skrang mo di libas ama bin ladin.
    keren amat tu..
    mbo klo bwt ya lirik masyarkt skitar dlu.
    pendidikan kurang nh mbo ya diperhatikan.
    wujudkan yoo.
    pokoke gratis……….

  7. Sangat menarik…

    Pembelian pada tanggal 30 September (peringatan G30S/PKI) hingga 5 Oktober (HUT ABRI/TNI) 2008.

    12% dgn premium 35% senilai Rp 3,7T tentunya bukan pembelian biasa utk kepentingan jangka pendek, sangat menarik utk dilihat perkembangannya.

    sama menariknya dgn domain resmi awal mereka (www.saudi-binladin-group.com) dibeli tahun 2000 berakhir pada tanggal 11 September 2001 (pas kejadian tragedi WTC), sebelum pindah ke http://www.sbg.com.sa.

    Tengkyu atas infonya…

  8. @Adji Wigjoteruna

    Wuihhh…, seru amat nih…

    Thanks atas analisanya.

    Salam.

  9. bin ladin dengan boin laden sama gak yah ?

  10. Btw, perusahan Bin Ladin yang ini bukan perusahaan yang dijalankan Osama lho. marga Bin Ladin itu keluarga besar, dan lagipula kayaknya susah menjalankan roda perusahaan dari gua terpencil di pelosok Afganistan. :D

  11. sayang nggaj semua bin ladin yang tajir2 itu menjadi seperti Usamah

  12. semoga akhirnya bakrie group bisa bayar ganti rugi saudara-saudar kita di sidoarjo, kan dah punya uang bos….

  13. selamat datang di indonesia pak osama.

  14. walagh mas,..berat banget mikir ginian…kritis abis dech..

  15. osama bin ladin yes…!!!bush?????ih…. g deh!!! i love osama bin ladin!!!selamat datang di indonesia!!!!allahu akbar…..

  16. hahaha pada mikirnya ini osama ya…
    omong-omong, bin ladin group punya hubungan dekat dan sangat istimewa dengan bush, jadi ya, sami mawon… ahahaha

  17. emang bin laden itu osama bin laden yakz?

  18. kalo osama itu merek alat tulis di eropa sana

  19. haah, ngomonge jadi nggak cetho kabeh!!!

  20. apaan ah
    kok semuana nggak bener jadinya?
    tapi papua kn emang tanah kosong masih luas tuh
    setuju aja klo dijadiin lahan pertanian

  21. bin ladin yang ini jelas emang clannya Osama bin ladin,tapi bedanya bin ladin yang beli sahamnya bakrie ini antek2nya amrik,Osama memilih tinggal di gua2 terpencil di afganistan untuk memerangi amrik.jadi gimana dong?tapi semoga saja makin banyak pengusaha timur tengah yang invest di Indonesia..

  22. Alhamdulillah… biar hasilnya digunakan di jalan Allah memerangi orang2 murtad dan kafir… Amiiien…

Tinggalkan Balasan