SEKTE PENYEMBAH KUCING

Barang siapa diantara kamu yang menjadikan mereka (orang-orang kafir) sebagai teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” (Al-Maidah [5]-51)

Jika Anda adalah seorang petualang ideologi maka tinggallah di Indonesia. Sebab di Negeri ini selalu ada sekelompok orang yang akan memuaskan petualangan Anda.

Anda bisa memulai petualangan Anda dengan membuat sebuah kepercayaan baru. Sebutlah misalnya , “Sekte Penyembah Kucing”.

Jangan tanggung-tanggung, susun pula sebuah Kitab Suci untuk Agama baru Anda ini. Lalu daulatlah Kakek buyut Anda sebagai Nabi . Katakan kepada para pengikut Anda bahwa Kitab Suci tersebut merupakan wahyu Tuhan yang di terima Kakek Buyut Anda lewat mimpi.

Bicara soal pengikut, Anda jangan khawatir tak bisa menemukannya. Krisis ekonomi yang melanda Negeri ini sejak sepuluh tahun lalu telah membuat masyarakat tak berpikir logis. Bahkan, konon kabarnya adaorang yang menukar Agamanya demi sebuah mie instant. Nah, dengan kondisi seperti ini mudah bagi Anda untu mendapatkan pengikut.

Lantas bagaimana dengan aturan perundang-undangan yang hanya membolehkan lima Agama hidup di Negeri ini? Gampang! Anda tinggal mendompleng salah satu Agama saja. Yang paling besar tentu saja Islam.

Jadi meskipun Anda dan pengikut Anda jelas-jelas menyembah kucing, katakan saja bahwa Anda seorang Muslim. Jangan ganti identitas ittu di KTP Anda.

Begitu juga jika Anda ditanya mengapa Anda punya Kitab Suci selain Al-Qur’an, jawablah bahwa itu Cuma sekumpulan mimpi, beres. Begitu juga jika ada yang mengungkit-ungkit soal Nabi baru –Kakek Buyut Anda- jawab saja bahwa Ia cuma “pemberi kabar gembira”, bukan Nabi, meskipun dalam hati Anda tetap mengatakan bahwa kakek buyut Anda adalah Nabi. Gampang kan?

Jika semua perangkat untuk mendirikan Agama baru sudah siap, segeralah anda datangi sekelompok orang yang bakal memuaskan petualangan ideology Anda tadi. Sekelompok orang ini jumlahnya cukup banyak, bahkan mereka membuat aliansi untuk memperjuangkan kebebasan berkeyakinan.

Mintalah perlindungan kepada mereka dari kemarahan kelompok Islam seperti Front Pembela Islam atau yang lainnya. Mintalah agar mereka bisa memperjuangkan eksisteni Anda dan para pengikut Anda.

Tak perlu khawatir Anda akan ditanya macam-macam, seperti: “kalau Anda Muslim, mengapa Anda menyembah kucing? Bukankah itu bertentangan dengan Islam?” atau ungkapan seperti: “Anda ini menodai Agama Islam. Anda ini merusak Aqidah”.

Sebab mereka tak terlalu pandai untuk bisa membedakan apakah Anda menodai suatu Agama atau membuat Agama baru.

Kalaupun Anda lagi apes, dan ditanya juga oleh mereka, maka jawabnya gampang. Katakan bahwa Anda mempunyai penafsiran berbeda terhadap sebuah kebenaran dengan penafsiran para ulama. Dijamin, jawaban itu sudah cukup memuaskan mereka. Sebab, dalam pandangan mereka, manusia tak boleh mengklaim diri paling benar. Ulama tak boleh merasa paling benar. Pendapat Anda pun mendapat peluang yang sama untuk benar seperti halnya para ulama, meskipun setiap hari Anda bersujud dihadapan kucing.

Nah, jika umat Islam kemudian marah dengan eksperimen nyeleneh Anda, para ulama mngeluarkan fatwa sesat tentang aqidah Anda, bahkan Departemen Agama sudah menyatakan Anda menyimpang dari ajaran Islam, tak perlu ketakutan. Sekelompok orang tadi akan mati-matian membela Anda, bahkan ada yang rela hidungnya patah demi membela anda.

Satu-satunya yang perlu Anda khawatirkan adalah jika Anda mati. Sebab neraka jahanam akan membakar tubuh Anda bersama para pengikut dan pembela Anada. Wallahu a’lam

sumber: majalah suara hidayatullah

One Response to “SEKTE PENYEMBAH KUCING”

  1. Aslkm,,kirain paz liat di blog tentang tulisan ini saya pikir ada beneran yang nyembah kucing.he3x

Leave a Reply