Surat Warga Amerika Kepada Dunia

“Kami tidak menginginkan perang. Tidak dengan Anda. Tidak dengan siapapun.

Sangat banyak warga Amerika yang mengkhawatirkan ketidakpedulian pemerintah kami terhadap suara-suara kami. Kami tidak menginginkan perang. Tidak dengan Anda. Tidak dengan siapapun. Kami mengagumi kebudayaan Anda dan menghormati agama Anda. Sementara pemerintah kami tengah bersiap diri untuk memulai perang ilegal lainnya—dan kali ini ditujukan atas bangsa Anda yang hebat—kami, mayoritas rakyat Amerika berusaha melakukan apapun yang kami mampu untuk mencegah hal itu terjadi.

Beberapa waktu yang lalu kami telah memilih wakil kami di Kongres. Awalnya kami percaya dan berharap mereka dapat berdiri bersama-sama kami mengakhiri rencana pendudukan global yang tengah dilakukan pemerintahan kami sekarang. Tapi, sepertinya kami harus gigit jari. Walaupun kami dapat meneriakkan perasaan kami sekeras mungkin, menyurati wakil kami di Kongres, melakukan unjuk rasa, meminta tanggung jawab atas tindakan para pemimpin kami, tetapi presiden kami tidak mau mendengar dan tetap saja melanjutkan pertujukan satu orangnya.

Saya ingin meminta maaf kepada rakyat Iran. Saya jamin, kami akan melakukan apapun yang kami mampu untuk mencegah para pemimpin kami melakuan kesalahan kebijakan luar negeri fatal lainnya.

Kepada rakyat Irak, dengarlah saya.

Kami harap kalian mengerti bahwa kamipun sangat menyesalkan apa yang telah presiden kami perbuat atas bangsa kalian. Walaupun kebanyakan dari kami menganggap Saddam Hussein sebagai diktator keji, kami juga tahu bahwa untuk kurun waktu yang lama negara kami telah memberi dukungan kepadanya dan kemudian menyingkirkannya ketika hal itu menguntungkan pemerintah kami. Para pemimpin kami berbohong tentang keberadaan senjata pemusnah massal di Irak.

Sebagian besar dari kami benar-benar khawatir atas apa yang terjadi di dunia setelah peristiwa 9/11. Presiden kami memanipulai perasaan itu untuk kepentingannya sendiri. Hal itu SALAH. Bukanlah tugas kami untuk menumbangkan seorang diktator; itu hak dan pilihan kalian.

Tetapi, kini negara kalian berada dalam kehancuran dan banyak orang yang meninggal setiap harinya. Presiden kami hanya mengatakan bahwa ini ”tidak dapat ia terima”. Dan seperti biasa, perkataannya benar-benar tidak memadai. Tidak dapat diterima bukanlah kata yang kita gunakan ketika puluhan ribu orang menjemput ajalnya dan lebih banyak lagi yang akan menyusul seiring waktu.

Kami tidak dapat memperbaiki kekacauan ini. Kami hanya membuatnya semakin buruk. Mayoritas rakyat Amerika menginginkan pasukan kami ditarik dari negeri kalian sehingga rakyat Irak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Kami harap kalian mengerti bahwa kami tidak hanya sekedar meninggalkan kalian sendirian. Kami ingin memberi dukungan kepada kalian dengan uang, teknologi, moral dan apapun. Kecuali, nyawa lebih banyak lagi diantara kita.

Saya tahu bahwa kalian telah mengalami penderitaan yang lebih buruk dari yang pernah dialami Amerika. Tetapi, kinilah saatnya kalian memberitahukan kepada dunia bahwa kalian tidak membutuhkan pendudukan Amerika atas bangsa kalian yang berdaulat. Atas nama sebagian besar rakyat Amerika, kami benar-benar meminta maaf atas yang telah menimpa kalian oleh pemerintah kami.

Kepada rakyat Israel…

Saya ingin mengatakan kepada kalian bahwa kami mengerti.

Kami mengetahui bagaimana perjuangan kalian di dunia. Kami paham bahwa selama bertahun-tahun kalian telah dianiaya. Tetapi, hal itu tidak kemudian memberi kalian hak untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. Saya tidak menyarankan kalian untuk melepaskan pertarungan kalian di Asia Barat. Akan tetapi apa yang kini kalian lakukan pun tidak juga menyelesaikan masalah.

[Kalian bilang] Kalian berperang untuk tanah yang telah dijanjikan. [Kalian bilang]Kalian berperang untuk pengakuan. [Kalian bilang] Kalian berperang untuk perdamaian. Tetapi setelah 60 tahun dan tidak ada yang berubah, tidak pernahkah kalian berpikir bahwa apa yang kalian lakukan selama ini, salah? Saya tahu kalian akan menggunakan aksi pengeboman dan tindakan teror untuk membenarkan perbuatan kalian. Tetapi tidakkah kalian sadar bahwa ketika kekerasan di balas dengan kekerasan, hanya akan mengarah pada kekerasan yang lain?

Pastilah ada solusi lain yang lebih baik. Masih tersedia lahan yang cukup untuk menampung dua buah negara yang berdaulat. [Dan negara itu adalah] Israel dan Palestina. Saya tahu bahwa masih banyak lagi masalah yang dapat dituangkan disini, tetapi tulisan ini tidak akan cukup menampung semuanya.

Apakah kita harus mempersalahkan ‘orang lain’ atas kemalangan hidup kita? Pemikiran seperti ini hanyalah gambaran dari pandangan yang sempit dan penuh kekeraskepalaan. Dan tolong, sebelum kalian menyematkan sebutan anti-semit kepada saya, lihatlah nama saya maka kalian akan ketahui bahwa sayapun bagian dari kalian.

Kepada rakyat Amerika…

Takutkah kalian?

Ya. Saya takut. Tetapi bukan kepada Al-Qaeda, milisi Sunni-Syiah, para pemberontak, “fasis Islam”, bom, ancaman teror di dalam negeri, nuklir Iran, peledakan pesawat, surat antraks, Hamas, Hizbullah, Senjata Pemusnah Massal, ataupun sel teroris di sebelah rumah saya.

Ya, tidak satupun dari semua itu yang saya takutkan. Semua yang telah pemerintah usaha tanamkan dalam benak kita untuk ditakutkan. Alih-alih, saya lebih takut kepada pemerintah kita. Dapatkah kita hilangkan semua kebohongan yang terus-menerus coba pemimpin kita tanamkan dalam benak kita? Dapatkah kita melupakan kekejaman yang dilakukan dengan atas nama kita [oleh para pemimpin kita]? Dapatkan kita lupakan bagaimana seluruh dunia memandang bangsa kita yang besar, kini? TIDAK.

Dapatkah kita membiarkan peraturan seperti Undang-Undang Komisi Militer merampas hak-hak sipil dasar kita? Dapatkah kita berdiam diri dan membiarkan para pemimpin kita mendengar pembicaraan telepon kita, membaca surat-surat kita, menyelidiki kartu perpustakaan kita, dan melihat email-email kita? Saya benar-benar berharap, tidak.

Presiden kita telah berlaku seenaknya dengan mengecam siapapun dan dimanapun sebagai musuh. Dengan kekuasaannya, siapapun dapat ditangkap, ditahan seumur hidup di Gitmo (Guantanamo) atau penjara militer lainnya tanpa tuntutan apapun. Dan disiksa.

Atau, jika mereka cukup beruntung, mereka akan dibawa ke meja pengadilan.

Hanya tidak diizinkan untuk dilihat ataupun membantah bukti yang melawan mereka di bawah perlindungan keamanan nasional.

Hal itu mungkin menimpa saya karena telah menulis surat ini. Mungkin juga Anda karena telah membaca surat ini. Inikah negeri kita? Sudah berubah separah itukah Amerika, kini?

Tidak ada lagi kebebasan berbicara, kecuali jika kita ingin mendapat kemarahan sang presiden.

Tidak ada lagi kebebasan berkumpul, kecuali jika kita ingin mendapat kemarahan sang presiden.

Tidak ada lagi hak untuk dapat dipersidangkan didepan peradilan yang adil. Tidak ada lagi hak untuk mendapat perlindungan dari ketidakadilan. Kecuali jika kita dapat bertahan dari penyiksaan.

Kita berada di bawah telapak kaki sang presiden. Dan kita telah melakukan hal yang benar pada pemilu bulan November yang lalu dengan mengambil langkah mengakhiri kegilaan ini. Akan tetapi, kita tidak dapat berhenti sampai disana. Kita—begitu pula Partai Demokrat dan Republik—harus melihat kembali ke belakang dan berikut kerusakan luar biasa yang telah dan masih terus ditimbulkan kepada kita, dan dengan atas nama kita.

Para pendahulu berani kita telah mengobarkan Perang Revolusioner dengan maksud yang mulia. Negeri ini didirikan oleh mereka yang menolak tirani dan penindasan. Mayoritas telah berbicara dan kinilah saatnya bagi kita untuk membuat perubahan yang berarti.

Bangkitlah untuk membela apa yang memang harus dibela. Buatlah perang Irak ini berakhir. Juga perang terhadap rakyat Amerika, dan perang-perang lainnnya yang dilakukan atas rakyat yang tidak berdosa. Apakah kita rakyat Amerika, ataukah bukan?

Kepara para prajurit Amerika

Kami ingin kalian tahu bahwa kalian mendapat dukungan kami yang terbesar. Kami tahu kalian harus melakukan tugas ini dan melakukannya dengan serius. Tapi kini beristirahatlah. Kami akan membawa kalian kembali ke rumah. Mayoritas rakyat Amerika tengah melakukan apapun yang mereka mampu untuk mengakhiri perang ini. Ketahuilah, bahwa hati kami pilu setiap kali mendengar berita terbunuhnya salah satu dari kalian. Kebanyakan dari kami tidak mendukung perang ini, TETAPI KAMI AKAN TETAP MENDUKUNG ANDA DAN KELUARGA ANDA.

Tuan Presiden, dengarkah Anda?

Saya tahu Anda tidak perduli atas perasaan saya. Dan tidak juga rakyat Amerika yang lain. Tuan, saya dulu memilih Anda sebagai Presiden. Saya kini benar-benar malu karenanya dan merasa bertanggung jawab atas darah rakyat tak berdosa yang hanya mungkin bisa Anda tumpahkan karena saya. Hampir semua orang di dunia tahu bahwa Anda salah.

Dan hampir semua rakyat Amerika pun tahu kalau Anda salah.

Anda hanya menginginkan berada di dekat orang-orang yang setuju dengan Anda saja. Hingga merekapun tidak dapat lagi menyetujui Anda. Jangan pernah Anda pikir bahwa Anda mewakili saya maupun mayoritas rakyat Amerika. Tidak. Kami tidak setolol yang Anda kira.

Jadi, pertaruhkan saja waktu Anda di Gedung Putih, Tuan Presiden. Kami tidak akan pernah lagi membiarkan Anda menghancurkan kami. Hanya seorang pengecut yang membiarkan rakyatnya terbunuh alih-alih secara ksatria mengakui bahwa dia salah. Ketahuilah tuan Presiden, segala macam retorika yang begitu Anda bangga-bangga hanya akan dikenang selamanya sebagai sebuah kebohongan dan diselimuti kematian. [Fauzi]

Tinggalkan Balasan