Seorang Karyawan Tidak Diberi Gaji Lantaran Menolak Berjabat Tangan Dengan Tuan Putrinya

Seorang warga imigran muslim dari Somalia yang bekerja sebagai karyawan di Irlandia, Ali Nur Ahmad Syaikh, tidak diberi gaji lantaran menolak berjabat tangan dengan tuannya yang bukan mahram.

Dalam wawancara dengan majalah Sanday Time, tuannya (yang enggan disebut namanya) mengatakan, “Saya memberikan gaji tersebut kepada orang lain, karena Ahmad Syaikh tidak mau berjabat tangan denganku.”

Ahmad Syaikh sendiri menyatakan, sebelumnya ia telah meminta izin kepada panitia penyerahan gaji untuk tidak berjabat tangan tatkala penyerahan gaji. Ia beralasan tuannya adalah wanita, sementara ia tidak berjabat tangan dengan wanita.

Menurutnya, panitia telah mengabulkan permintaannya. Namun, lima menit sebelum diumumkannya pembagian gaji, namanya tidak tercantum dan gajinya diberikan kepada orang lain.

Menanggapi kasus ini, bendahara umum Majelis Ulama di Irlandia, mengatakan, “Saya tidak percaya bila ada permasalahan lain selain karena menolak berjabat tangan. Benar, sebagian kaum muslimin ada yang menolak untuk berjabat tangan dengan para wanita. Akan tetapi, mayoritas kaum muslimin di Irlandia menerimanya.”

Ia juga menjelaskan, dalam waktu dekat Majelis Ulama dan panitia penyerahan gaji akan berkumpul guna menangani kasus seperti ini.

Tinggalkan Balasan