Surat seorang wanita tua kepada “Tuan Bush”

Surat ini ditulis seorang ‘wanita tua Irak’ untuk Presiden Bush yang dimuat harian Irak berbahasa Arab “Kitabat”. Surat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mutasem Sinnokrot.

Dengan Hormat:

“Selamat pagi anakku Bush dan Selamat Tahun Baru kepadamu dan rakyat Amerika yang berada di Negeri Paman Sam. Anakku, saya adalah seorang wanita tua Irak yang tidak tertarik dengan politk dan ingin tetap menutup mulut darinya. Tetapi orang-orang berkata, “segala sesuatu sudah begitu keterlaluan” di Irak. Saya mulai meragukan apapun yang Anda katakan dalam konferensi pers. Ada sesuatu yang sangat aneh dalam sikap Anda; setiap kali Anda terlihat tersenyum dan tertawa di televisi, Anda mulai berbicara dengan optimis tentang masa depan Irak. Setiap kali saya mendengar Anda, sayapun ikut tersenyum dan tertawa. Karena saya percaya kepada Anda. Lagipula, Anda adalah pemimpin dari sebuah bangsa yang paling hebat di muka bumi dan karenanya tidak mungkin Anda berbohong karena ketakutan kepada siapapun!

“Tetapi, seiring waktu, saya mulai merasa bahwa apa yang Anda ucapkan benar-benar bertentangan dengan situasi menyedihkan yang kini kami alami. Anda berbicara dan mengatakan bahwa Irak tengah melangkah menuju demokrasi dan kestabilan, tetapi pada kenyataannya kami bahkan tidak berani untuk keluar rumah. Anda mengatakan bahwa Irak akan berada dalam kesejahteraan dan keadilan di bawah demokrasi, sementara pada kenyataannya tidak seorangpun yang dapat menyuarakan pendapatnya kecuali menjadi sasaran kekerasan bahkan pembunuhan.

“Anakku Bush: Saya pikir satelit televisi yang ada di “Gedung Putih” telah tua, rusak, dan perlu diperbaiki untuk memberikan kepada Anda berita yang “tidak bias”. Periksa ulanglah keakuratan berita yang Anda terima sebelum berbicara di depan televisi karena apa yang Anda katakan banyak yang salah. Adalah sesuatu yang memalukan ketika Anda melakukannya dan dunia menyaksikan Anda. Bukankah Anda pemimpin dari negara paling hebat di dunia, anak muda!!

“Apa yang telah Anda perbuat untuk Irak adalah satu hal. Tetapi apa yang telah Anda lakukan kepada Saddam di subuh hari Idul Adha adalah hal yang lain. Saya tidak bisa percaya mengapa Anda begitu tergesa-gesa menghukum mati Saddam. Anda telah merusak kegembiran Idul Adha dan memancing kemarahan dunia. Kami sudah cukup menjalani kepahitan hidup dan [dengan menghukum mati Saddam] Anda telah membuat segala sesuatunya lebih buruk. Demi Allah, kami tidak menghendaki Saddam dihukum mati secepat itu ataupun begitu sangat ingin bernaung di bawah demokrasi yang Anda bawakan. Apa yang sebenarnya kami inginkan sama dengan apa yang diinginkan orang lain yang tinggal dibelahan bumi lainnya. Sebagaimana juga Anda dan para pembantu Anda yang kini tengah merayakan Tahun Baru dan Natal. Anakku Bush, kami ingin Anda membantu Irak dan menyediakan listrik bagi kami sehingga kami dapat tersenyum kembali dan memberikan keamanan kepada kami agar kami dan anak-anak kami dapat bepergian di jalan-jalan umum di Tahun Baru. Tidak seperti kondisi zaman batu yang kini kami terpaksa hidup di dalamnya.

“Yang terakhir, saya ingin Anda meminta kepada Pemerintah Irak dan para prajurit Anda untuk lebih memperhatikan kami; keadaan di tempat kami sudah tidak dapat kami tolerir lagi … semoga kesehatan dilimpahkan ke atas Anda. Dan Selamat Natal bagi Anda. [Fauzi]

8 Tanggapan

  1. Wah bahasa tingkat tinggi juga, memprotes dengan kebijakan kata-kata, namun sangat dalam. mudah-mudahan di dengerin keluh kesah.

    Sekalian nich mohon dukungan backlinknya, sedang berjuang di Busby SEO Challenge international contest. Berharap bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di Tingkat dunia.

  2. Saya yakin dalam bahasa aslinya pasti lebih dalam dan lebih tinggi lagi. Bangsa2 jazirah itu sudah berabad2 terkenal dg sastranya yg tinggi. …

  3. wahhhh kasihan banget tuh nenek….. g mana yah seandainya itu nenek, ibu, orang tersayang kita (coba kita tanyakan sama BUSH?) orang Amerika hidup tenang dengan segala kosmopolitanx yg amat sangat modern, merasa negara paling superior!!! Tapi…………ahhhh no comment lah satu pertanyaan g mana kalo itu terjadi dgn kita, mungkin kita gak akan tulis surat dgn bahasa yg bagus tapi mungkin dgn makian!!! Wah nenek yg luar biasa…………..Gbu nekkkkk

  4. ya Allah semoga doa nenek ini terkabulkan.. Amiien..

  5. ok Nek, bush memang …….ngge..the…bush (ngomong doang)

  6. hmmm saluttttttttttttt

  7. Subhanallah,,, begitu sabarnya sang Nenek tersebut.
    Bahasa yg digunakan nampak sangat terpelajar, kalah deh surat cintanya Rangga buat Cinta.

    hehehe,,,,
    Amin y Rabbal’alamin, semoga Allah mengabulkan doa sang nenek.

    jazakallah khoiran katsiron

  8. assalamulaikum

    salam kenal…

    subhanallah.

    Ya Allah kuatkanlah kami..

Tinggalkan Balasan