Surat terbuka untuk ikhwan salafy

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji dan syukur hanya bagi Allah yang telah menciptakan kita dalam keadaan mencintai agamanya dan berpegang pada syariat-Nya !!!.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah berjihad untuk menyiarkan ajaran-ajaran Islam yang agung dalam akhlak beliau yang mulia, dan semoga kesejahteraaan dan rahmat senatiasa juga tercurah untuk keluarganya dan para sahabatnya terkasih yang senantiasa mengikuti petunjuknya, sehingga mereka beruntung dengan mendapat ridha dan pahala dari sisi Allah SWT. Dan seluruh umat Islam yang istiqomah untuk terus melanjutkan estafet dakwah mereka dengan berusaha meninggikan kalimat Allah SWT dengan ditegakkannya syari’at Islam dalam istitusi Daulah Al-Khilafah Ar-Rasyidah yang akan segera tegak dalam waktu dekat dengan izin dan pertolongan Allah SWT.

Kami juga mendo’akan semoga KELOMPOK SALAFI tetap dalam perlindungan dan naungan dari Allah SWT. Amma ba’du :

Wahai Salafi, melalui surat ini kami ingin menyampaikan beberapa nasehat kepada kalian, ini merupakan kewajiban dari sesama muslim untuk saling memberi nasehat. Kami ingin mengingatkan kepada saudara, bahwa saling mencintai karena Allah dan menjalin persaudaraan dalam agama-Nya termasuk ibadah yang paling utama, dan ia adalah buah dari akhlak yang terpuji. Adapun berkaitan dengan akhlak yang baik, Allah menegaskan : “Dan sesungguhnya kamu bener-benar mempunyai budi pekerti yang agung” (QS– Al-Kalam:4). Adapun mengenai persaudaraan dan kebersamaan, maka Allah SWT berfirman : “Maka dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara” (QS – Ali Imran : 103).

Dan bukankah Allah telah menjanjikan melalui lisan suci nabinya bahwa ia akan memberi naungan kelak pada hari kiamat kepada hamba-Nya yang saling mencintai karena-Nya, dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, sebagaimana hadis dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW : Sesungguhnya Allah SWT berfirman kelak pada hari kiamat, dimana orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku pada hari aku menaungi mereka dalam Naungan-Ku. Tidak ada naungan (pada saat itu) kecuali naungan-Ku (HR. Muslim no. 2566\Bab Fi Fadhli Al-Hubbi Fillah). Maka renungkan ini, wahai Salafi !?!

TUDUHAN KEPADA SEBUAH HARAKAH DAKWAH SEBAGAI AHLUL AHWA’

Wahai Salafi, ada hal yang harus kami ingatkan kepada kalian tentang tuduhan saudara bahwa orang atau kelompok yang tidak menjadikan hadis ahad sebagai dalil dalam masalah aqidah adalah Ahlul Ahwa’ (pengikut hawa nafsu). Kami ingatkan bahwa tuduhan seperti ini (tanpa dasar alasan yang benar) adalah laknat yang anda lontarkan kepada saudara anda sesama muslim !!!

Kami ingin saudara memperhatikan hadis Rasul SAW dari Abu Darda’ ra. : “Seorang hamba jika ia melaknat sesuatu, laknat itu akan naik ke langit lalu pintu-pintu langit ditutup, kemudian laknat itu dikembalikan ke bumi lalu pintu-pintunya pun (pintu-pintu bumi) ditutup. Lalu ia mencari kekanan dan kekiri sampai tidak ada lagi ijin (tempat). Lalu ia akan kembali pada yang dilaknat jika laknat itu benar. Jika tidak, maka laknat itu akan kembali pada yang melaknat” (HR. Abu Dawud no. 4905 \ Bab Fi Al-La’an) .

Imam Adz-Dzahabi mengunakan hadis ini untuk menetapkan dosa melaknat tanpa alasan yang benar merupakan dosa besar (Lihat Kitab Al-Kabair oleh Imam Adz-dzahabi). Jadi hendaknya kelompok salafi berhati-hati dengan tuduhan yang ia lontarkan !

Lagipula apa yang kalian ucapkan adalah bukan termasuk akhlak seorang muslim yang senantiasa menjaga lisannya dari kata yang melaknat, sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Nabi SAW : “Bukanlah seorang muslim yang suka melaknat, mencela, berkata keji dan kotor” (HR. Ibn Hibban no. 196\Bab Dzikru Nafyi Ismi Al-Imam ‘Aman Ata bi Baghdil Khisal Al-lati Tanqushu bi ityanihi imanihi).

Islam telah melarang untuk melaknat salah satu dari makluk-Nya seperti melaknat angin, apalagi laknat kepada makhluk-Nya yang bernama manusia hanya karena sikap ta’ashub yang berlebihan sehingga tidak bisa lagi melihat antara yang haq dan yang batil, hanya hitam-putih menurut Ustadz atau syeikhnya !! Yang hakekatnya ia telah mengabaikan banyak hadis shahih dalam masalah keharusan menjaga kehormatan seorang muslim dengan dalih memerangi dan mengingkari ahlul bid’ah !?!. Perhatikan hadis berikut, wahai Salafi :

Dari Ibn Abbas ra., seorang lelaki melaknat angin kemudian Nabi SAW bersabda : “Janganlah kamu melaknat angin, karena hal itu tidak diperintahkan. Dan barangsiapa melaknat sesuatu padahal ia bukan orangnya (tuduhan yang tidak berdasar), maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat !” (HR. At-Tirmidzi no.1978\Bab Ma jaa fil laknah).

Apalagi kalian menyatakan sebuah gerakan Islam beserta orang yang ada didalamnya, ‘aqidahnya telah menyimpang’. Ucapan ini berbahaya karena mengandung takfir (pengkafiran). Karena seorang muslim yang menyimpang aqidahnya, maka ia telah keluar dari Islam. Atas dasar apa anda menuduh mereka telah meyimpang aqidahnya ?? Apa hanya karena ucapan seorang Ustadz atau syeikh yang sama sekali tidak pernah membaca – apalagi mengkaji pendapat dan pemikiran dari Gerakan yang bersangkutan !!!

Sekali lagi kami ingatkan saudara dengan hadis Rasul SAW dari Ibn Umar ra.: “Siapa saja yang berkata kepada saudaranya : ‘Wahai orang kafir’. Maka akan kembali (sebutan kafir itu) kepada salah satu dari keduanya (orang yang dituduh), jika ia seperti yang dituduhkan. Jika tidak (sebutan kafir itu) akan kembali kepadanya” (orang yang menuduh) (HR. Muslim no. 60 dalam Bab Bayan Hal Al-Iman Man Qala li Akhihi Al-Muslim : ‘Ya Kafir’).

Seandainya kalian mau mengkaji langsung pada kitab2 dari harokah yg kalian tuduh dan bertabayun dengan anggota dari harokah yg bersangkutan. Pasti kalian tahu bahwa sebagian besar apa yang dituduhkan adalah tidak benar, bahkan merupakan fitnah. Seandainya tuduhan peyimpangan aqidah ini tidak terbukti, kami takut tuduhan ini akan kembali kepada kalian !?!. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku, atas apa yang kalian perbuat dan kalian ucapkan karena itu akan dimintai pertanggung jawaban di sisi Allah SWT !!!

Apakah kalian tidak menginginkan apa yang Allah janjikan kepada hambanya yang saling mencintai kerana-Nya. Dan itu diejawantahkan dengan ucapan yang baik yang jauh dari mencela, mengfitnah atau menghina saudaranya sesama muslim !?! Kenikmatan itu berupa istana di dalam surga yang penuh dengan berbagai kenikmatan !!. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Imam Ali ka. dari Nabi SAW : “Didalam surga terdapat sebuah kamar yang kamu dapat melihat dalamnya dari bagian luarnya, dan bagian luarnya dari dalamnya. Seorang arab (badui) berdiri lalu berkata : Wahai Rasullullah, untuk siapa (kenikmatan) itu ? Rasul SAW menjawab : Bagi mereka yang baik ucapannya, memberi makan (pada faqir miskin), senantiasa berpuasa, melakukan shalat untuk Allah pada malam hari ketika manusia sedang terlelap dalam tidurnya” (HR. At-Tirmidzi no. 1984\Bab Maa Jaa fi Al-Qaul bil Ma’ruf) .

MAKNA SILAHTURAHIM

Wahai Salafi, kalian menyatakan tidak ada silaturahim dengan ahlul bid’ah (menurut definisi anda dan kelompok anda), bahkan ‘wajib’ memutuskannya sebagai tahdzir atas bid’ah yang ia lakukan !?. Sehingga dengan ‘serampangan’ kalian kemudian menyimpulkan bahwa memutuskan hubungan dengan umat Islam yang lain (mungkin dengan orang yang pernah menjadi sahabat anda) karena suatu alasan, seperti mereka berbeda kelompok dengan kalian atau aqidah mereka menurut ‘anggapan’ kalian adalah sesat adalah tidak termasuk memutus tali silaturahmi !?!. Untuk menjelaskan ‘syubhat’ ini hendaknya kalian memperhatikan ayat Al-Qur’an berikut : “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka, dan dibutakan penglihatan mereka” (Surat Muhammad : 23-24 ).

Imam Ath-Thabari menjelaskan ayat ini sebagai berikut : “Apakah kamu akan kembali seperti pada masa jahiliyah dengan bermusuhan dan berpecah belah setelah Allah SWT mempersatukan kalian dengan Islam dan ia (Allah SWT) telah mempersatukan hati mereka dengannya (Islam)” (Lihat tafsir Ath-Thabari jilid 26\hal.56).

Imam Ibn Katsier menambahkan apakah kamu akan kembali seperti kebodohan pada masa jahiliyah dengan saling menumpahkan darah (karena hal yang sepele) dan saling memutus tali sitaturahim (diantara kalian). Merekalah yang diancam dengan ayat : ‘Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka, dan dibutakan penglihatan mereka’. Maka Allah melarang membuat kerusakan secara umum dan memutus tali silaturahmi secara khusus. Dan sebaliknya Allah memerintahkan untuk membuat kebaikan di muka bumi dan menyambung tali silaturahmi (Lihat tafsir Ibn katsier jilid 4\hal. 179).

Lalu siapakah yang dimaksud dalam ayat ini, kalau bukan kaum muslimin yang hidup pada masa Rasul SAW yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar ? Bukankan kaum Muhajirin dan Anshar tidak ada hubungan kekerabatan ? Bukankah hal pertama yang dilakukan oleh Rasul SAW setelah hijrah ke madinah adalah mempersaudarakan orang Muhajirin dan Anshar, contohnya adalah bagaimana beliau SAW mempersaudarakan antara Abu bakar dengan Kharijah ibn Zaid, antara Umar ibn al-Khatab dengan Utban ibn Malik Al-Khazraji, antara Thalhah ibn Ubaidillah dengan Abu Ayub Al-Anshari, Abdurrahman ibn Auf dengan Sa’ad ibn Rabi’ (Lihat Sirah Ibn Hisyam dan Sirah Ibn Ishaq)!

Ketahuilah, bahwa persaudaraan ini adalah dalam hal agama dan kehormatan, bukan dalam hal nasab (Lihat Kitab Tafsir Ath-Thabari jilid 16\hal. 322-323) !! Walaupun demikian, ikatan persaudaraan yang diikat dengan ikatan aqidah sebagaimana persaudaraan antar umat Islam kedudukannya lebih tinggi daripada ikatan darah, lihatlah dalam perang badar, perang uhud, perang ahzab dan bagaimana seorang anak berperang melawan ayahnya sendiri yang pada waktu masih kafir !

Bukankah Islam juga sangat memuliakan aktifitas silaturrahim dan menyambung tali persaudaraan diantara kaum muslimin. Perhatikan lagi sabda Nabi SAW berikut : ‘Barangsiapa yang senang jika dilapangkan rizkinya atau diakhirkan ajalnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi’ (HR. Muslim no. 2557\Bab. Silah Ar-rahim wa Tahrim Qatha’iha dan HR. Bukhari no 5639\Bab Man Basatha lahu fi Ar-Rizqi bi Silah Ar-Rahim).

Sebaliknya, Allah akan melaknat orang yang memutus tali silaturahim, sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis – hadis berikut :

1-Dari Nabi SAW : ” Tidak akan masuk surga orang yang memutus (qathi’) !. Berkata Ibn Abi Umar , Sufyan telah berkata : ‘yakni orang yang memutuskan tali silaturahmi ‘ (HR. Imam Muslim no. 2556\Bab Silah Ar-Rahim wa Tahrim Qatha’iha).

2- Dari Nabi SAW, ia bersabda : “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, setelah Ia selesai menciptakan makluk-Nya, Ar-Rahim (yaitu Allah SWT) berfirman : ‘Ini adalah tempat kamu berlindung dari Al-Qathi’ah (orang yang memutus tali silaturrahim) !’. Berkata (para makhluk-Nya) : ‘Benar (na’am)’. Allah berfirman lagi : ‘Apa kamu ridha, jika Aku menyambung kepada orang yang menyambung (silaturahim) denganmu, dan Aku memutus kepada orang yang memutus (silaturahim) denganmu ?’. (Para Makhluk) menjawab : ‘Mau, Wahai Tuhan’ !’. Ia (Allah SWt) lalu berfirman : ‘Ini untukmu !’. Lalu Rasul SAW membaca ayat (Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan) (Surat Muhammad ayat 22)” (HR. Bukhari no 5641\Bab Washala Washallahullah ) .

Sehingga menjadi suatu hal yang sangat jelas bagi seorang muslim yang ‘berakal’ bahwa aktifitas menyambung tali silaturahim adalah akfitas yang diridhai dan dicintai oleh Allah SWT !!

Suatu aktifitas yang dinafikan oleh sekelompok orang yang dengan mudah mengklaim pendapat atau pemikiran kelompok yang lain yang berbeda dengannya sebagai sesuatu yang bid’ah dalam agama, sekalipun para Ulama sebelumnya tidak ada yang menyebut itu sebagai suatu yang bid’ah selama pendapat itu dibangun dari nash syara’ (Al-Kitab dan As-Sunnah) dan melalui proses istimbath yang benar (dengan metode ushul fiqh yang shahih) ?!? Maka siapa yang akan anda ikuti, apakah nash syara (Al-Kitab dan As-Sunnah) atau klaim kelompok anda yang masih bermasalah ??! Dimana tuduhan-tuduhan itu cenderung mengajak pada permusuhan dan perpecahan, dengan mengabaikan proses dialog untuk mencari pendapat yang lebih rajih (kuat dalil dan argumentasinya), dimana hal ini jelas dimurkai Allah SWT. Dalil untuk masalah ini coba kalian lihat hadis berikut : “Sesungguhnya Allah ketika mencintai seorang hamba maka ia memanggil Jibril, lalu berkata : Sungguh Aku telah mencintai Fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril-pun mencintainya. Lalu ia menyeru kepada penduduk langit, kemudian berkata : Sesungguhnya Allah SWT telah mencintai Fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit-pun mencintainya. Lalu hal ini disampaikan dan diterima oleh penduduk bumi, maka seluruh penduduk bumi -pun mencintainya. Sebaliknya ketika Allah ketika menbenci seorang hamba maka ia memanggil Jibril, lalu ia berkata : Sungguh Aku telah membenci Fulan, maka bencilah ia. Maka Jibril-pun menbencinya. Kemudian ia menyeru kepada penduduk langit, lalu ia berkata : Sesungguhnya Allah SWT telah membenci Fulan, maka bencilah ia. Maka penduduk langit-pun menbencinya. Lalu kebencian itu disampaikan ke bumi, (maka seluruh penduduk bumi-pun membencinya -pent)” (HR. Imam Muslim no. 4773\Kitab Al-Birr Wa Sillah Wa Al-Adab).

Hendaknya kalian, wahai Salafi memperhatikan diri kalian dengan siapa kalian berguru dan bersahabat, ‘apakah ia orang yang alim yang ikhlas, berakhlak mulia dan memuliakan saudaranya dari kaum muslimin; atau seorang yang mengaku Ustadz yang dengan mudah menyalahkan dan mengucap kata keji kepada para Ulama kalau pendapat para Ulama itu tidak cocok dengan selera hawa nafsunya’ !?! Dan sesungguhnya kalian tahu tentang hal ini. Maka camkan peringatan Allah tentang masalah ini : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan bagimu” (QS Ali Imron: 18).

HAK SEORANG MUSLIM

Wahai Salafi, ada hal lain yang perlu kami sampaikan dalam surat ini. Kami ingin mengingatkan kembali bahwa Islam telah menetapkan sejumlah hak dan kewajiban antar sesama muslim yang harus dijaga dan dilaksanakan. Diantara hak-hak sesama muslim itu adalah :

a- Tidak boleh berprasangka buruk, menyebarkan kabar dusta, saling memata-matai, saling mendengki, saling memusuhi. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW : “Hati-hatilah kamu dari prasangka, sesungguhnya prasangka adalah ucapan paling dusta. Janganlah kamu saling menyebarkan kabar (dusta), janganlah saling memata-matai, saling berbuat kikir, saling mendengki, saling membenci, dan saling membelakangi. Maka jadilah hamba Allah yang saling bersaudara” (HR. Muslim no. 2563\Bab Tahrim Adz-dzan wal tajasus wal tanafus wal janajusy wa nahwiiha).

b- Tidak boleh mendzalimi, tidak menolong dan menghina saudaranya sesama muslim. Perhatikan hadis dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW bersabda : “…..Seorang muslim menjadi saudara bagi muslim yang lain, ia tidak mendzaliminya, tidak menolongnya, dan tidak menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram atas muslim lainnya darah, harta dan kehormatannya” (HR. Muslim no. 2564\Bab Tahrim Dzulm Al-Muslim wa Khadzlihi wa Ihtiqarihi wa Damihi wa Irdhihi wa Malihi).

c- Tidak dengan sengaja mencari aib saudaranya sesama muslim. Dalilnya adalah hadis dari Muawiyah ra. dari Nabi SAW : “Jika kamu mencari-cari aib manusia, maka kamu akan merusak mereka atau hampir saja kamu akan merusak mereka” (HR. Abu Dawud no. 4888\Bab Fi An-Nahyi an At-Tajassus).

Dari Ibn Umar ra. ia berkata : Suatu saat Nabi duduk diatas mimbar lalu berseru dengan suara yang keras : “Wahai orang-orang, yang orang lain selamat dari (kejahatan) tangannya, niscaya al-iman tidak akan masuk ke dalam hatinya jikalau ia tidak menyakiti dan mencari aib kaum muslimin. Dan hendaknya kamu jangan mencari aib mereka, barangsiapa mencari aib seorang muslim maka Allah akan mencari aibnya. Dan barangsiapa dicari aibnya oleh Allah, maka Allah akan menampaknya (aibnya) walaupun di dalam rumahnya” (HR. 1494\Bab As-Satr alal muslim wa al-ghadh ala auratihim).

Dari Zaid Ibn Wahab ia berkata : “Seseorang mendatangi Ibn Mas’ud, lalu berkata : Orang ini jenggotnya meneteskan khamr. Lantas Abdullah berkata : Kami melarang untuk melakukan mata-mata dan jika kami melihat sesuatu (kemungkaran), maka kami akan meyampaikannya” (HR. Abu Dawud no. 4890\Bab Maa Ja’a fi Qaul bil Ma’ruf). Lalu bagaimana dengan ucapan-ucapan kalian, yang berusaha mencari-cari kesalahan dari sesama kaum muslimin (kebenaran dari klaim Salafi ini hanya Allah yg Maha Tahu akan kebenarannya, dan akan meminta pertanggung jawabannya bila itu adalah dusta belaka), hanya untuk memuaskan hawa nafsu permusuhan dan kebencian yang dihembuskan oleh syeitan dalam hati kalian !!!

Maka Allah-lah yang lebih layak kalian takuti bukan orang yang kalian anggap syaeikh tapi tidak memiliki kelemah-lembutan dan sikap bijaksana sebagaimana layaknya seorang Alim Rabbani ?!?

d- Membantu saudaranya bila mengalami kesusahan, bukan malah mendzaliminya. Dalil dalam masalah ini :

Dari Nabi SAW : “Seorang muslim adalah saudara bagi orang islam yang lain. Ia tidak mendzalimi dan membiarkan saudaranya (tidak menolong) ketika memiliki hajat, maka Allah yang akan memenuhi hajatnya. Barangsiapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitan yang ia hadapi kelak di hari kiamat” (HR. Abu Dawud no. 4893\ Bab Al-Muakhah). Sekarang kaji kembali, wahai Ikhwan sikap anda kepada sahabat2 anda dulu, apakah sudah menunjukkan sikap seorang muslim yang beraklak mulia atau seorang teman yang angkuh dan arogan ?!? Kalau mendzalimi orang lain saja adalah dosa besar, lalu bagaimana kalau yang didzalimi itu adalah orang yg pernah menjadi sahabat anta sendiri, demi memaksakan sesuatu pendapat yang tidak ada hak bagi anda untuk memaksakannya ! Ambillah pelajaran wahai Ikhwan !?!

e- Tidak boleh mengghibah saudaranya. Dalilnya dalah hadis dari Abu Hurairah ra. berikut :

Dari Nabi SAW : “Tahukah kamu apa itu ‘ghibah’ (menggunjing) ?. Para Sahabat berkata : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ?. Nabi menjawab : Jika kamu menyebut sesuatu yang tidak disenangi saudaramu. Para Sahabat bertanya lagi : Bagaimana pendapat anda, jika apa yang aku katakan, memang ada pada saudaraku ?, Nabi berkata : ‘Sekalipun apa yang kamu katakan benar, maka kamu telah menggunjingnya dan jika yang kamu katakan tidak benar, maka kamu telah berbuat dusta kepadanya” (HR. Ibn Hibban no. 5789). Kemudian bagaimana dengan ucapan-ucapan kalian yang tiap hari mengghibah saudara kalian yang seharusnya menjadi sahabat kalian, hanya karena mereka tidak sefaham dengan kalian. Dan celakanya kalian tidak pernah berusaha melakukan tabayun dengan yang bersangkutan ?!? Hati-hatilah dengan apa yang anda ucapkan, wahai Salafi!!

Ini adalah sebagian dari hak dan kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya yang harus mereka jaga dan amalkan. Kami juga mengingatkan kalian agar kalian tidak mengatakan sesuatu tentang kelompok atau orang yang berbeda pendapat dengan kalian dengan sebutan yang buruk atau tuduhan yang tidak berdasar. Karena hal itu tentu akan menyakiti hati mereka, apalagi jika hal itu tidak terbukti. Dan kami yakin kalian tahu, jika semua itu tidak terbukti maka ia adalah fitnah keji belaka dan sungguh ini bukan perilaku seorang mukmin, yang semestinya saudaranya terjaga dari kejahatan tangan dan lisannya !?!

Maka semoga kalian mau mengambil pelajaran dari hadis yang diriwayatkan dari Anas Ibn Malik ra. dari Nabi SAW : “Orang mukmin adalah mereka yang manusia merasa aman bersamanya, dan orang muslim adalah mereka yang orang-orang Islam lainnya terjaga dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan keburukan yang dilakukan oleh tangannya. Seorang hamba tidak akan masuk surga jika tetangganya tidak aman dari kejahatannya” (HR. Al-Hakim no. 25).

Demi Allah wahai Salafi, camkan sekalipun ia adalah seorang ahli ibadah, tapi kalau ia tidak mampu untuk menjaga lisannya dari ucapan buruk, melontarkan tuduhan tidak berdasar dan menyebarkan fitnah keji, maka menjadi sia-sialah amal ibadahnya sebagai hukuman atas kesalahannya itu ?!? Semoga kalian dapat mengambil pelajaran dari hadis dari Abu Hurairah ra : seorang laki-laki berkata : Wahai Rasul Allah, ada seorang wanita yang banyak beribadah tetapi ia (suka) menyakiti (orang lain) dengan lisannya !. Maka Nabi SAW menjawab : Wanita itu berada di neraka. Lalu ia bertanya lagi : Wahai Rasul Allah, ada seorang wanita yang sedikit shalat dan puasanya, ia banyak bersedekah serta ia tidak (suka) menyakiti\mengganggu tetangganya ?. Rasul menjawab : Wanita itu didalam surga ! ” (HR. Ibn Hibbab no. 5764). Maka berhati-haitlah saudaraku atas apa yang kalian ucapkan dan kalian tuduhkan, agar kalian tidak menjadi seperti yang digambarkan dalam hadis diatas ?!?

Lalu sikap kalian yang cenderung tertutup dan tidak mau berdiskusi tentang hal yang kalian permasalahkan dengan pihak yang kalian tuduh. Lalu sikap kalian yang asal tuduh, ( dengan penuh rasa fanatik kepada golonganmu) kalian dg enteng menolak semua pendapat yg berasal dari selain ulama kelompok Salafi, sekalipun pendapat itu dibangun dengan dasar argumentasi yg kuat dari Al-Kitab dan As-Sunnah serta sesuai dengan pemahaman Salaf As-Saleh !!!.

Kemudian kalian mendiamkan mereka, dengan anggapan seorang muslim yang baik harus memusuhi ahlul bid’ah adalah juga bukan sikap seorang muslim. Apalagi tuduhan itu tidak berdasar dan hanya ungkapan emosi kemarahan semata, sehingga banyak diantaranya merupakan fitnah dan mereka-pun (pihak penuduh) tidak pernah berusaha tabayun (meneliti kebenarannya) kepada pihak yang tertuduh ?!?

Lalu bagaimana anda menafsirkan hadis Nabi SAW dari Abu Ayub Al-Anshari ra. , dari Nabi SAW : “Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari lalu bertemu kemudian saling berpaling (tidak bertegur sapa). Dan hal yang baik dari keduanya adalah yang pertama kali mengucapkan salam” (HR. Muslim no. 2560\Bab Tahrim Al-Hajr Fauqa Tsalats Bilaa U’dzrin Syar’iyin). Apakah anda tetap akan berdiam seribu bahasa, menutup mata, telinga dan hati anda dari argumentasi yang disampaikan pihak yang anda tuduh, padahal itu adalah hak mereka ?!

Biasanya kalian menukil sejumlah qaul dari sejumlah ulama untuk membenarkan sikap kalian, diantaranya semisal :

Al Fudlail bin Iyyadl tatkala berkata :”Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah Ahli Sunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahli bid’ah.” (Al Lalikai 1/138 nomor 267). Atau pendapat lain seperti Yahya bin Abi Katsir ketika ia berkata : “Kalau kamu bertemu ahli bid’ah di suatu jalan maka ambillah jalan lain.” Begitu pula kata Al Fudlail bin Iyyadl. (Al I’tisham 1/172, Al Ibanah 2/474-475 nomor 490 dan 493, Ibnu Wudldlah dalam Al Bida’ 55, Asy Syari’ah 67, dan Al Lalikai 1/137 nomor 259). Atau Abu Qilabah yang berkata : “Janganlah kamu duduk bersama ahli ahwa’ dan jangan berdialog dengan mereka sebab sesungguhnya saya tidak aman kalau-kalau mereka membenamkan kamu dalam kesesatan mereka atau mengaburkan apa-apa yang telah kamu ketahui.” (Al Bida’ 55, Al I’tisham 1/172, Al Lalikai 1/134 nomor 244, Ad Darimy 1/120 nomor 391, Al Ibanah 2/473 nomor 369, Asy Syari’ah 61). Al Fudlail bin Iyyadl berkata : “Jangan kamu duduk (bermajelis) bersama ahli bid’ah sebab sesungguhnya saya khawatir kamu tertimpa laknat.” (Al Lalikai 1/137 nomor 261 dan 262) dan lain2 !!!

Pada hakekatnya apa yang dimaksud oleh para Ulama ini adalah bid’ah yang telah jelas bertentang dengan nash yang qath’i dan mengancam aqidah kaum muslimin, seperti apa yang didakwahkan mu’tazilah, jabariyah dll.

Sedangkan apa yang diserukan oleh sebagian harokah Islam hari ini adalah sebagaimana yang diserukan oleh generasi salaf ash-shalih sebelumnya (yaitu para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in) yaitu meneruskan kembali kehidupan Islam dimana seluruh aturan Allah SWT dapat diterapkan oleh seluruh umat Islam dalam seluruh aspek kehidupan mereka tanpa terkecuali, dan itu tidak mungkin terealisasi tanpa keberadaan Daulah Khilafah Al-Islamiyah !!? Karena aqidah yang dibangun dalil yang qath’I, jelas tidak ada perselihan kaum muslimin atasnya dan aqidah inilah yang akan mengikat seluruh kaum muslimin sebagaimana generasi salaf ash-shalih dahulu bersatu dengan aqidah semacam ini. Sangat disayangkan kalian selalu berupaya untuk ‘mempengaruhi’ umat dengan cara memelintir qaul2 seperti ini, dengan pemahaman yang keliru tentunya. Dengan melakukan pelbagai ‘manipulasi’, seakan2 harokah2 ini adalah ‘titisan’ dari mu’tazilah, jabariyah dan lain2. padahal seharusnya kritik kalian, disampaikan kepada harokah2 islam ini kemudian dilakukan dialog guna mencari solusi dari permasalahan yang ada, tidak langsung memuat selebaran atau menulis di majalah lalu disebarkan ditengah2 masyarakat tanpa melakukan tabayun pada ulama\tokoh atau harokah yang bersangkutan !!!

Apalagi yang seharusnya dijadikan dalil adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi SAW, dan tidak cukup menukil sebagian qaul ulama tapi disalah fahami dengan pemahaman yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh para ulama tersebut dan konteks (keadaan) yang melatar belakangi mereka mengeluarkan pendapat seperti itu. Dan sangat tidak tepat menggunakan qaul para ulama ini untuk memperlakukan umat Islam yang lain dengan cara yang malah bertentangan dengan ayat dan hadis\riwayat yang shahih dari Rasul SAW. Perhatikan hal ini, wahai Salafi !!?

Sebagaimana sabda nabi SAW dari Ibn Abbas ra. : “…..Akan tetapi hendaknya ada bukti dari orang yang menuduh dan ada sumpah dari orang yang mengingkari” (HR. Al-Baihaqi dan lain-lain, sebagian lafadznya adalah Ash-Shahihain sedang Imam Nawawi dalam Hadis Al-Arbain menyatakan hadis ini hasan). Sudahkah kalian memberi kesempatan kepada mereka yang kalian tuduh untuk membantah tuduhan itu, walaupun sekedar sumpah untuk mengingkari tuduhan-tuduhan itu ??

Tentunya Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat akan meminta pertanggung jawaban kepada kalian dan orang yang kalian anggap sebagai syeikh, dengan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan, yang tidak jelas buktinya dan tidak berusaha mencari tanggapan balik dari yang tertuduh !?!

Apakah kalian akan mengabaikan dan melanggar semua hadis itu dengan bersikukuh mengatakan: ‘beginilah cara kami memperlakukan ahlul bid’ah’, padahal apakah sesuatu itu merupakan bid’ah atau tidak memerlukan penelitian yang mendalam dari para Ulama yang mendalam ilmunya dan bukannya sesuatu yang masih diperselisihkan para Ulama. Sungguh jauh sikap yg yg kalian pilih dengan apa yg ditunjukkan oleh generasi terbaik umat ini yaitu generasi Salaf Ash-Sholeh !!!.

Apatah lagi para ulama yang berbeda pendapat dalam masalah ini, tidak saling melontarkan kata-kata keji seperti tuduhan ahlul bid’ah, ahlul ahwa’ dsb, kepada ulama lain yang berbeda pendapat dengannya. Kecuali orang yang datang belakangan yang mengklaim dirinya Ulama penerus Salaf, yang tentu kualitas keilmuannya jauh dibawah para Ulama Rabbani ini, yang lisan mereka begitu enteng untuk mengkafirkan saudaranya sesama muslim dan menjelek-jelekkan para Ulama dengan mengatakan ‘ulama fulan dan fulan’ salah dalam masalah aqidah atau masalah din lainnya dan hanya Imam kami yang benar’ !!!

Wal Iyadzu billah, kami berlindung kepada Allah dari ucapan keji seperti ini dan semoga Allah segera menunjukkan yang Haq itu adalah Haq, sedang yang batil itu adalah batil ?!? Dan semoga perilaku buruk ini tidak menular pada umat islam yang lain, karena ia ibarat virus yang berbahaya yang dapat membahayakan umat !! Tapi kami tetap berdo’a semoga, saudara kami ini segera menyadari kesalahannya dan kembali bersama-sama dengan umat Islam yang lain berjuang demi Izzul Islam wal Muslimin.

Dan terakhir, kami ingin mengingatkan saudara akan hadis nabi SAW yang menjelaskan keadaan orang yang mereka suka mencaci maki, menuduh orang lain tanpa bukti, memakan harta dengan cara yang dzalim, menumpahkan darah, dan memukul orang yang tidak bersalah sebagai orang yang bangkrut, sekalipun mereka membawa pahala shalat, puasa, zakat, haji dan amal-amal shaleh yang lain !!?. Perhatikan dengan baik hadis dari Abi Hurairah ra. ,dari Nabi SAW : “Tahukan engkau siapakah orang yang bangkrut itu ?, Para Sahabat menjawab : Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dirham dan harta benda. Lalu Nabi SAW menjawab : Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) puasa dan shalat, tetapi mereka suka mencaci maki, menuduh orang lain tanpa bukti, memakan harta dengan cara yang dzalim, menumpahkan darah, dan memukul orang yang tidak bersalah. Sebagian amal kebaikankanya diberikan untuk menebus pada (kejahatan) ini, dan sebagian yang lain untuk menebus kejahatan (yang lainnya), sehingga (semua) amal kebaikannya habis. Tetapi kesalahannya masih belum tertebus, lalu diambilkan dari dosa-dosa mereka (orang yang pernah didzalimi), lalu ditanggungkan kepadanya (orang yang sholat, puasa tapi suka mencaci maki menuduh tanpa bukti dll), kemudian ia dilempar ke dalam neraka” (HR. Muslim no. 2581\Bab Tahrim Adz-Dzulm).

Kami tidak akan berbicara kecuali sekedar meyampaikan Al-Haq langsung dari sumbernya Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kalau argumentasi yang dibangun dari Al-Qur’an dan As-Sunnah belum juga membuka akal dan hati kalian, maka lisan siapapun juga tidak akan berhasil !?! Tugas kami hanyalah menyampaikan Al-Haq dan memberi nasehat !!? Hanya kepada Allah kami mengharapkan pahala dari amal ini. Dan hanya Allah-lah yang akan membalas dan menjadi Hakim atas apa yang diperselisihkan diantara hamba-hamba-Nya ?!? Duhai Allah, sungguh telah hamba sampaikan ?!?!. Wallahu a’lam bi shawab .

Wassalamualaikum Wr. Wb.

26 Tanggapan

  1. makasih bro atas nasihatnya, tapi menurutku percuma ajah coz mereka bangsa manusia dungu yang gak punya otak. otaknya ada dipantat jadi gak bisa mikir apalagi mendengar nasihat kecuali dari syaikhnya, tanya kenapa bro? coz dimata mereka, saya, anda dan yg gak semanhaj dgn mereka gak layak didengar nasihatnya. kita adalah ahlul bid’ah, hizbiyun, sururiyun, turats,dsb, dsb, itu kata mereka lho wkwkwk…..(kasihan deh gue dan anda)

  2. Kutipan dari atas:
    Al Fudlail bin Iyyadl tatkala berkata :”Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah Ahli Sunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahli bid’ah.” (Al Lalikai 1/138 nomor 267). Atau pendapat lain seperti Yahya bin Abi Katsir ketika ia berkata : “Kalau kamu bertemu ahli bid’ah di suatu jalan maka ambillah jalan lain.” Begitu pula kata Al Fudlail bin Iyyadl. (Al I’tisham 1/172, Al Ibanah 2/474-475 nomor 490 dan 493, Ibnu Wudldlah dalam Al Bida’ 55, Asy Syari’ah 67, dan Al Lalikai 1/137 nomor 259). Atau Abu Qilabah yang berkata : “Janganlah kamu duduk bersama ahli ahwa’ dan jangan berdialog dengan mereka sebab sesungguhnya saya tidak aman kalau-kalau mereka membenamkan kamu dalam kesesatan mereka atau mengaburkan apa-apa yang telah kamu ketahui.” (Al Bida’ 55, Al I’tisham 1/172, Al Lalikai 1/134 nomor 244, Ad Darimy 1/120 nomor 391, Al Ibanah 2/473 nomor 369, Asy Syari’ah 61). Al Fudlail bin Iyyadl berkata : “Jangan kamu duduk (bermajelis) bersama ahli bid’ah sebab sesungguhnya saya khawatir kamu tertimpa laknat.” (Al Lalikai 1/137 nomor 261 dan 262) dan lain2 !!!

    Pada hakekatnya apa yang dimaksud oleh para Ulama ini adalah bid’ah yang telah jelas bertentang dengan nash yang qath’i dan mengancam aqidah kaum muslimin, seperti apa yang didakwahkan mu’tazilah, jabariyah dll.
    Selesai kutipan.

    Hizbut Tahrir menolak hadits ahad, persis seperti Mu’tazilah.
    HT,IM,MMI,NII, wa akhawatuhu, paling senang berdemonstrasi dlm mengkritik pemerintah yang beragama Islam seperti Pak Haji SBY dan JK, bahkan ada yang sampe mengkafirkan dan mencap sbg thogut, atas dasar ini:
    1.Inilah manhaj Khawarij yang pertama membuat sunnah demonstrasi kpd Khalifah Rasyid ‘utsman Bin ‘Affan Rhadhiyallahu’anhu, lalu di zaman modern dikembangkan oleh org2 Kuffar Eropa sbg bagian dari demokrasi katanya
    2.Dan sunnah melawan pemerintahan Muslim yang zhalim juga pertama oleh khawarij yang kalian ikuti. Apakah boleh bagi kalian mengghibahi Muslim dlm demo2 kalian sperti Pak Haji SBY dan JK dan kalian melarang Salafy mengghibahi kesesatan kalian!? Apakah kalian semua telah mendatangi, menasehati, berdialog dengan Pak Haji SBY dan JK seperti tuntutan kalian kepad Salafy!? Apakah boleh teman-teman semanhaj kalian membunuh kaum Muslimin yg kebetulan lewat di t4 peledakan saat meledak bom-bom ‘jihat’ mereka dan melarang Ust.Luqman mentahdzir Imam Smudera dgn segenap manhajnya yg keliru!? Inilah diantara bukti yang kalian pertanyakan itu:
    Kutipan: (Keempat): Para penguasa di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri Islam lainnya, dengan menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antara penguasa dengan rakyatnya dan harus digoyang dengan kekuatan penuh, dengan cara diserang sekuat-kuatnya dengan penuh keberanian. Menentang mereka, mengungkapkan pengkhianatan, dan persekongkolan mereka terhadap umat, melancarkan kritik, kontrol, dan koreksi terhadap mereka serta berusaha menggantinya apabila hak-hak umat dilanggar atau tidak menjalankan kewajibannya terhadap umat, yaitu bila melalaikan salah satu urusan umat, atau mereka menyalahi hukum-hukum islam. (Terjun ke Masyarakat, hal. 7, Mengenal HT, hal. 16,17).
    Beginikah manhaj yang kalian tidak ingin digibahi atau seharusnya seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tentang penguasa2 Muslim yang zhalim: “Akan ada sepeninggalku para penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/jalanku. Dan akan ada diantara para penguasa tersebut orang-orang yang berhati setan dalam bentuk manusia.” Hudzaifah berkata: “Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda (artinya): “Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut! Walaupun dicambuk punggungmu dan dirampas hartamu maka (tetap) dengarkanlah (perintahnya) dan taatilah (dia).” (HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radiyallahu ‘anhu, 3/1476, no. 1847)?!
    Jadi menasehati penguasa itu ada caranya, jangan kalian ikuti cara Khawarij
    3.Hati hati diantara kalian jika ada yang berani mengkafirkan seorang penguasa Muslim justru akan kembali kepada kalian pengkafiran tsb
    4.Apakah boleh blog ini memuat tulisan tuduhan bahwa PKS/IM Indonesia sbg hasil ciptaan intelejen dan melarang Salafy mentahdzir kesesatan harokaat islaamiyyah, apakah kalian telah berdialog dgn PKS sebelum memuat tulisan tsb!? Ataukah hanya Salafy yang diwajibkan berdialog dulu dgn tertuduh!?
    Haddaniyllahu wa iyyakum…

  3. salamu’alaykum……

    afwan jiddan, ane cuma ingin mengatakan sebaiknya kita tidak menuduh kelompok lain yang jelek-jelek. karena walaupun kita berusaha mengikuti Qur’an dan Sunnah serta manhaj salafus saleh, tidak ada yang maksum atau bersih dari dosa, kecuali Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
    allohu musta’an

    wassalamu’alaykum…

  4. “sesungguhnya perbedaan diantara umatku adalah suatu rahmat”kalau tdk salah berbunyi sprt itu (hadist Rosullah SAW),ditambahkan lagi “apabila menemui perbedaan2 maka kembalilah kepada Al’quran dan hadist” saya rasa dua hadist tsb sudah cukup jelas,untuk menjadi patokan bagi sesama muslim,janganlah selalu berkutat saling menyalahkan siapa yg paling benar,sebab kebenaran yg sejati itu hanya milik Allah Swt.dgn segudang argumentasi dan hujah2 kalian berdasar kitabullah menjadi percuma jika tdk dilandasi ukhuwah islamyah,karena akan slalu menghasilkan permusuhan2 dan akhirnya berakibat fatal! .maka dari itu,saya hanyalah seorang awam yg ingin memberi sumbangsih,sekiranya diterima,marilah kita kembali ke fitrahnya kaji kembali diri kita masing dan jngn menguji,mencela bahkan mengina sesama saudara kita,sehingga kita terlupa akan bahaya sesungguhnya,apa itu? Di dalam Al’quran,Allah SWT menegaskan dalam firmannya “sesungguhnya yahudi dan nasrani selalu tdk senang kepada kalian,sampai kalian mengikuti agama mereka” nah! Sudh jelas bagi kita bukan? Jadi perselisihan diantara muslim adalah nyanyian dan tarian indah bagi mereka,mereka slalu berupaya dgn segala cara melemahkan sendi2/pilah akidah kita,sehingga mudah untuk dihancurkan.itulah kerugian yg tanpa kita sadari.(maaf jika kalimat2 ini kurang berkenan,karena saya hanya seorang muslim yg awam)

  5. tuk abu ridho memang benar begitu susah saling menasehati dengan mereka mereka hanya mau belajar pada sheknya padahal menurut saya ketika rosulullah telah wafat pasti muncul banyak pendapat APA MUNGKIN KEBENARAN CUMA SATU HANYA MILIK MEREKA ? ga mungkin lah.

  6. Salafi bejat .., gak tau manhaj .. NGAKU MANHAJ SALAF .. TAU2NYA IRJA’I ..

  7. setiap kelompok dalam islam pasti mengklaim bahwa kelompok merekalah yang berada diatas jalan kebenaran, seolah-olah merekalah penjaga pintu syurga n neraka.

    yang terbaik adalah selalu muhasabah diri dan kembali mempelajari dinul islam kepada sumbernya yang benar yakni alquran n sunnah dengan pemahaman salafussalih.

    toh itupun para imam salaf terdahulu terjadi perbedaan pendapat, tugas kita sebagai pencari ilmu adalah tetap istiqomah dalam mencari ilmu dan mengikuti pendapat para ulama yang lebih sesuai kepada alquran n sunnah.

    jika ada perbedaan gak perlu SEWOT lah krn tugas kita menyampaikan kebenaran, pun sdh dapat pahala. jadi jangan sampai lidah ini main stempel fulan takfir, fulan khawarij, fulan teroris, fulan murtad, fulan wahabi dst. KEBENARAN HARUS TERUS DICARI… SALAM UKHUWAH

  8. dhiedan telah menulis :

    ““sesungguhnya perbedaan diantara umatku adalah suatu rahmat”kalau tdk salah berbunyi sprt itu (hadist Rosullah SAW)”

    aku : mas dhiedan, klu nggak salah hadits yg mas bawakan adalah hadits dhaif.. bahkan ada Ulama yg mengatakan hadits ini mungkar..

    mohon mas cek lagi…

    karena ini berkaitan dengan sabda Nabi….

  9. memang betul.. semua golongan mengaku berpegang kepada AlQur’an dan Assunnah. tapi para ulama mengisyaratkan bahwa itu tidak cukup untuk memperoleh pemahaman yang benar dalam berislam. tapi hendaknya kita merujuk bagaimana Islam (dalil dari Al Qur’an dan Assunnah tersebut) diejawantahkan oleh para salafussholeh. dengan standar tersebut insya allah kita tidak akan kebingungan

  10. Hi hi lucu ya,

    Menasehati panjang lebar untuk tidak katanya ‘mengkafirkan’ harokah yg ga mau pake hadits ahad, tapi diri sendiri juga mengakfirkan orang lain. ‘ Ya pemerinta Muslimin yag masih sholat’ dikafirkan karena tidak berhukum dengan hukum Allah alias PANCASILA’

    Bahkan tidak tanggung tanggung menumpahkan darah kaum muslimin. Ya coba tuuh omongan mereka, ketika BOOM jihad mereka juga menewaskan kaum muslimin yg tidak berdosa, dengan enteng mereka mengatakan ‘Salah sendiri kenapa ada ditempat maksiat itu’ oalah… mas mas.

    Mbok ya kalau mau bilang kalau orang lain pake celana bolong mbok ya diri sendiri pake celana dulu mas.

  11. Oh ya, minta tolong tanyakan ke orang HTI,

    Mereka kan gembar gembor kalau hadits ahad tidak boleh dipake dalam masalah aqidah, nah salah satu aqidah yg benar adalah yakin akan adanya adzab kubur. Tapi karena katanya haditsnya hadits ahad jadi otomatis orang HTI ga percaya sm adanya adzab kubur. Tapi aneh bin ajaibnya kok dalam sholat mereka mengucakan do’a

    ” Allahuma inni ‘audzubika min adazabil qobri…’ loh loh, katanya g percaya adanya adzab kubur karena haditsnya had loh kok berdoa berlindung dari adzab kubur yg katanya g ada? piye to mas?. Ini kan aneh bin ajaib pantes masuk MURI he he.

    Thayyib Mas barangkali bisa diberikan jawabannya, jazakumullah khairo.

    Oh ya tolong juga nasehati pentolan HTI yg pernah ngomong dalam bedah bukunya Ustad Abduh, jangan suka ngomong mau menebas leher Ust Luqman.. ga boleh, beliau kan masih muslim kan? lah kita bilang kafir aja sama sesama Muslim ga boleh seperti nasehat antum di atas, apalagi sampai mau menumpahkan darahnya, atau apa memang Ust Luqman bukan muslim?

  12. Ah ah ah…memang ini yang aku sukai. Hayoo sebarkan syubhat…..fitnah….dan jangan lupa syahwat….HAHAHA

  13. ssstttt, jangan pada debat disini. ada musuh utama yang harus menjadi fokus. /rumahjihad(dot)blogspot(dot)com

  14. Seseorang di katakan islam yang sejati jika :
    a. menurut HTI : jika berusaha mendirikan kekhalifahan.
    (Pengarang HTI : Syekh Taqiyiddin an-Nabani(1909 –
    1977))
    b. menurut Ikhwanul Muslimin : jika sudah banyak berjihad.
    (Pengarang IM/PKS: Syeikh Hasan Al-Banna (1928 – 1949))
    c. menurut Jemaah Tablig : jika banyak khuruj.
    (Pengarang JT : Muhammad Ilyas bin Al-Maulawi Ismail)
    d. menurut Sufi : Jika banyak beribadah di kuburan wali.
    (Pengarang Sufi : Al Ghazali)
    e. menurut Mutazilah : jika akal sebagai tuntunan agama
    (Pengarang : Wasil ibn Ata)
    f. menurut syiah : jika Ali bin Abi Tholib di tuhankan.
    (Pengarang syiah: abdullah bin saba)
    g. Menurut salafy : jika memahami Al-Qur’an dan Sunnah
    sesuai yang di pahami para sahabat Nabi Muhammad,
    dan di jadikan pedoman dalam beribadah kepada Allah
    Aja wa jalla.
    (Pengarang salafy : tidak ada)

  15. silahkan anda analisis dari semua golongan islam, lihat pendiri dan tujuan utama dari golongan tersebut. maka nanti anda akan menemukan golongan yang benar.
    INGAT BERHATI-HATILAH SIAPA TAU ANDA MASUK KEDALAM 72 GOLONGAN YANG MASUK NERAKA.
    saya bukan ahli surga tapi saya mengajak kepada semua kaum muslimin untuk pintar pintar dalam memilih agar tidak terjerat dalam jeratan setan yang memutar balikan yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar….
    semoga kita dirahmati dan diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wata’ala.

  16. tidak layak bagi kita mengikuti seorang pendiri golongan tanpa memilah-milah yang haq dan bathil yang ada di dalam pemikirannya. yang wajib kita ikuti secara takliq buta adalah Rosululloh Shalallohu alaihiwasalam.. karena perkataannya dan perbuatannya direkomendasikan oleh Allah subhanahu wata’ala. kalau selain beliau tidak layak untuk kita ikuti

  17. @ urwah

    assalamualaikum,…….
    hi…hi…hiiii……
    lucu juga yah

    Bagaimana ini bisa terjadi mereka mengklaim bahwa sby, dan jk adalah representasi kekhalfahan islam indonesia , dengan alasan mereka masih sholat ( wahai hati yang bersih ) , bukankah orang munafik di jaman nabi juga sholat semuanya?
    Kayaknya ada yang melesat dari anak panahnya dan tidak mengenai sasaran tuh om ?
    dengan menjadikan mereka adalah pemerintahan yang sah menurut kaum muslimin , kaum muslimin yang mana dulu tuan -tuan ? yang sudah jelas keislamanya dengan KTP nya atau ?, kalu memang demikian , yah ok sajalah…..
    ………………….wahai hati yang bersih….. tolong dingat kembali sejara h / atsar / kehidupan para sahabat nabi SAW ..
    baiklah, tolong direnungkan sebuah kisah :

    Pada suatu saat , shahabat yang mulia abubakar asshidiq , pada masa itu beliau mendengar sebuah berita yaitu ada diantara shahabat nabi yang ingin memisahkan antara zakat dan sholat , artinya mereka mau SHOLATNYA ( bandingkan ke khusyu’an SHOLAT kita dengan para shahabat ) saja sedangkan zakat tidak akan mereka patuhi lagi … begitu beliau mendengar laporan tersebut yang tentu sudah di tabayyun terlebih dulu.

    Maka sekali lagi , tolong direnungkan dengan hati yang jernih ucapan beliau….” barang siapa mau memisahkan dua syariat Allah ( yaitu sholat dan zakat ) akan AKU PERANGI !!! , sambil mengangkat PEDANG beliau ”

    wassalamu”alaikum

  18. teman duh jangan menghabiskan energi untuk bertempur sesama muslim dong, nanti tenaga kita keburu habis untuk saling debat dan babat sesama [orang2 yang intinya bergerak sesuai al qur'an dan sunah nabi saw]

    mungkin ada baiknya kalau belum mencapai benang merah ya sudah saling mendawahi saudaranya atau tetangganya yang memang belum mengenal islam

    contoh dari pada saling mempersalahkan tata cara orang beribadah insyaALLOH jauh lebih baik mendakwahi orang2 yang belum beribadah

    inget teori gajah yang dideskripsikan orang buta, ada yang bilang gajah itu mirip gentong karena dia memegang perut gajah, ada yang bilang mirip batang pohon kelapa karena dia memegang kaki gajah, ada yang bilang kecil seperti ular karena dia memegang ekor gajah atau lebar seperti kipas karena dia memegang kuping gajah….

    nah mungkin ini yang sedang terjadi pada kita yuk bersabar dan terus pahami agama ini dengan baik kalau masing2 dari kita benar insyaALLOH pada akhirnya kita akan mengetahui bentuk gajah yang sesungguhnya

    maaf yah kalau ada yang tidak berkenan, semoga ALLOH SWT mengampuni dosa-dosa kita amiiinn

  19. marilah kita jalankan perintah agama dan larangan agama kita dengan keyakinan kita masing2……kita sesama muslim tidak usah bersitegang ajaran siapa yg benar dan siapa siapa yg salah…..bukankah semua itu mengajarkan pada kita untuk berbuat kebaikan dan kebajikan serta menjauhi kebatilan…….sekarang apa yg perlu diperdebatkan…..?????

  20. mengkritik sby-jk gak boleh = karena mereka muslim,masih mau sholat,……………
    menSESATkan NU,HT,PKS=gakpapa karena mereka ahlul ahwa wal bid’ah walaupun mereka masih sholat………
    mendemo sby-jk gak boleh= karena mereka muslim masih mau sholat,
    padahal seingat saya sby dari lingkungan pondok tremas(NU) dan haji kalla bapaknya jk pengurus NU SULSEL,
    JADI SEBETULNYA LOGIKA APA YANG DIPAKE ANTUM2 INI???………………
    Mengikuti Syech RABI’ MADKHOLI,MUQBIL AL WADI’IY= HARUS ITU karena mereka mengikuti jejak nabi dan para salaf………….
    Mengambil pendapatnya Hujjatul Islam Imam Ghazaly = gak boleh karena dia sufy walaupun sama2 mengikuti jejak Naby dan para salaf………
    BENER2 LOGIKA ABU JAHAL DAN ABU LAHAB = KIBIR BATHRUL HAQ WA GHAMTUN NAAS

  21. fitnah bagi kita saat ini menghadapi orang2 yang tidak mau menerima jalan al haq adalah dengan cara bersabar bagaimana wahyu ketika datang kepada rosulullah betapa berat beban yang harus dipikul rosullullah tidak hanya nyawa taruhanya tapi fitnah dari orang2 yang mencela beliau musuh2 beliau tidak mau menerima dengan suatu alasan karena pada saat itu tidak relevan dng zaman yang ada maka sunnguh sangat lumrah jika dizaman kita ini fitnah itu datang kembali janganlah kita menjadi pengecut wahai saudaraku meskipun kebenaran itu pahit untuk diungkapkan tetapi kita harus tetap menyampaikan terimalah dengan lapang dada jika kita mendapti fitnah yang luar biasa dari musuh2 kita karena harga sebuah surga amatlah mahal tapi yakinlah janji 4JJI menyertai orang2 yang bersabar ciri2 pengikut sunnah adalah dia tidak rela jika alqur’an dan sunnah nabi dijadikan bahan perdebatan atau cacian tetapi jadikanlah sebagai pedoman yang nyata bagi kehidupan maka kita akan mendapati betapa nikmatnya hidup berjalan sesuai dengan tuntunan yakinlah bahwa kenikmatan 4JJI amatlah dekat jagalah risalah nabi kita ini gigitlah dengan geraham yang paling dalam dan janganlah takut akan cacian makian, celaan sesungguhnya itulah bumbu2 untuk menaikkan derajat keimanan kita karena jalan itu hanya ada satu yaitu mengikuti orang2 salaf

  22. Allahulmusta’an…, ya Allah… lindungilah hamba di hari yang orang tidak dapat menolong yang lainnya… lindungilah hamba dari adzab kubur dan siksa neraka… Alhamdulillah ana sudah melihat ke berbagai jenis harokah yang katanya menggunakan al-Qur’an dan sunnah.. itupun kalau mereka menggunakannya, tapi tidak ada yang ana lihat benar2 menggunaka al-Qur’an dan sunnah selain SALAFY…. biidznillah… kalau antum diberi hidayah oleh Allah… antum semua akan lihat betapa banyak penyimpangan yang mereka lakukan sekalipun itu kelompok yang mengaku berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.. Praktekknya.. NOL…….BESARRR…….

  23. kepada penulis ana nasihatkan, kasihan sekali antum ana khawatir jika Allah dan Rosul-Nya murka kepada antum karena telah melaknat dan mencaci maki salafy… padahal kalau antum tau salafy itu adalah jalannya Rosulullah Nabi Muhammad yang masih ada sampai zaman ini. jika antum melaknat dan mencacimaki salafy…berarti sama saja antum dan teman2 yang semanhaj dengan antum mencacimaki Rosulullah, para sahabatnya, dan orang2 sholeh yang mengikutinya… Allahulmusta’an….

  24. kami (orang-orang yang ingin menjadi pengikut orang sholeh zaman dahulu) tidak membutuhkan pengakuan antum atas kebenaran manhaj ini. tapi, antumlah yang membutuhkan manhaj ini untuk mengakui benar atau tidaknya antum!!!!

  25. ABU GHOZY!!!!!!!!!!!ANTUM LIAT SENDIRI TEMAN ANTUM BERBICARA PANTAT!!!!!!!!!!!!! (ABU RIDHO, YANG DIRIDHOI SYAITHON) APA ANTUM GA MALU PUNYA TEMAN SPT ITU!!!!!!!!!!! BERBICARA PANTAT-PANTAT!!!!!DAN KATA2 YANG LAINNYA!!!!!!!!!!! ANTUM MASIH WARAS GA!!!!!!!!!!!! TULISAN ABU RIDHO ITU KOTOR!!!!!!!!!!!! JOROK!!!!!!!!!!!!!!! ANTUM TAU GA ITU KOTOR DAN JOROK!!!!!!!!!!! ANTUM MASIH HILANG INGATAN!!!!!!!! JADI GA BISA BEDAKAN BENAR DENGAN SALAH!!!!!!!!!!!!!!! PANTAS ANTUM PENGIKUT AHLUL BID’AH!!!!!!!!!!!!!!

  26. TO ABU RIDHO, YANG MUNGKIN DIRIDHOI SYAITHON!!!!!!! ANA KASIHAN SAMA ANTUM!!!!!!!!! ANA TAKUT ANTUM DILAKNAT OLEH ALLAH TA’ALA KARENA MENYEBUT KAMI BANGSA, MANUSIA DUNGU!!!!!!!!! KARNA KAMI MANUSIA CIPTAAN ALLAH. JADI ALHAMDULILLAH KAMI PUNYA OTAK DAN OTAK KAMI TIDAK DI PANTAT!!!!!!! ANA TAKUT ALLAH MENGUTUK ANTUM KARENA MENGATAKAN MAKKHLUK CIPTAAN-NYA TIDAK PUNYA OTAK!!!!!!! PADAHAL KAMI WALHAMDULILLAH!!!!!!! SUDAH DICIPTAKAN ALLAH DENGAN SEBAIK2NYA DAN SESEMPURNA-SEMPURNANYA!!!!!!!!!!! ANA KASIHAN!!!!!!!!!! MUDAH2AN ALLAH MEMBALAS ANTUM DENGAN BALASAN SETIMPAL KARENA ANTUM TELAH MENGHINA MAKHLUK CIPTAAN-NYA!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan