Taubatnya seorang Salafy Yamani

Ternyata benar apa yang diwasiatkan oleh Rasulullah terhadap umatnya. Renungilah apa yang akan Anda baca berikut ini, dalil dan kisah taubatnya seorang Salafi Yamani:

Firman Allah Ta’ala: ”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra., ia berkata: Nabi saw bersabda: ”Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang saleh dan orang jahat, seperti orang yang bergaul dngan orang yang membawa minyak kasturi dan orang yang meniup api. Orang yang membawa minyak kasturi, mungkin memberi minyak kepadamu atau membeli minyak padanya, paling tidak kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan orang yang meniup api, mungkin ia akan membakar kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak enak darinya.” (HR. Bukharu dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya Nabi saw bersabda: ”Seseorang bisa terpengaruh oleh agama sahabat karibnya. Oleh sebab itu, perhatikanlah salah seorang di antara kamu dengan siapa ia bergaul.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Berikut adalah pengakuan jujur seorang penyusun buku ”Hakikat IM” yang ditulis oleh Gaza, Jum’at, 1 Juni 2007 yang saya ambil dari http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00346.html

Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh,

Saudaraku, di bawah ini saya tampilkan pernyataan Akhi Anwar Shiddiq, dia pernah menyusun buku judulnya ”Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM)”, tetapi setelah berjalan waktu dia menyesal dan ingin menarik buku itu. Akhi Anwar nitip supaya bisa memakai forum MyQuran buat menampilkan surat terbuka. Beliau tak melayani debat di forum, tapi mau terima e-mail ke [EMAIL PROTECTED]

Berikut ini pernyataan Akhi Anwar Shiddiq:

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT, atas limpahan nikmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarganya dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an: ”Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran: 135).

Ikhwan fillah rahimahullah, semoga allah SWT senantiasa merahmatimu, menganugerahkan ilmu bermanfaat, menunjuki dengan hidayah, menguatkan dengan taufiq untuk berbuat kebaikan amal, lahir dan batin. Amin ya Rabbal ’alamin.

Melalui forum yang mulia ini perkenankan ana (Anwar Shiddiq) menyampaikan sebuat pengalaman penting yang ana alami sendir saat berinteraksi dengan ikhwan-ikhwan Salafi yang akhir-akhir ini sering disebut Salafi Yamani (meminjam istilah Ustadz tertentu). Maksud dari penuturan ini yakni agar ana bisa memohon maaf atas kesalahan yang pernah ana lakukan saat ana mendapat pengaruh yang sangat kuat dari pemikiran Salafi Yamani itu. Secara khusus permohonan maaf ini ana tujukan kepada saudara-saudaraku dari Ikhwanul Muslimin (IM) di Indonesia, khususnya yang sudah membaca buku yang ana susun.

Di bawah ini penuturan ana:

”Ana dulu beramal jama’i bersama Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin/IM) selama bertahun-tahun. Suatu saat ana putuskan mundur dari IM secara baik-baik, yakni maksudnya ana mundur karena kesadaran sendiri, tidak dipaksa-paksa atau diprovokasi. Ana sudah bertekad, meskipun tidak lagi bersama Tarbiyah (IM) ana akan tetap menjalin hubungan baik dengan mereka. Hal ini ana tempuh, sebab ana tahu Ustadz Jakfar Talib, seorang pemimpin Salafi di Indonesia, tadinya dia ikut IM juga, tapi setelah jadi Salafi, dia sangat membenci IM setengah mati. Ana tidak mau seperti itu, ana mau jadi diri sendiri, tidak terpengarus orang lain. Ana merasakan sendiri di IM itu tidak sedikit kekurangan-kekurangan, tapi ana juga tidak pungkiri di sana ada kebaikan-kebaikannya, maka itu ana ingin sikap proporsional saja, tidak berlebih-lebihan seperti sikap Ustadz Jakfar Talib itu.

Sayang seribu sayang, sikap baik ana ini pelan-pelan berubah saat ana mulai mengambil pemikiran-pemikiran dari Salafi Yamani. Ana membaca majalah Asy-Syariah, ana mendengar kaset ceramah Ustadz Muhammad Sewed, ana bergaul dengan mantan Laskar Jihad (LJ), ana mengikuti berita-berita seputar dakwah Salafi, ana berteman dengan pengikut Salafi Yamani, ana membuka situs www.salafy.or.id, dan apa-apa yang bisa ana peroleh.

Sikap ana yang dulunya baik ke temen-temen IM berubah jadi kebencian dan rasa muak. Ana seperti orang yang mengalami ”Cuci Otak”, pendirian santun ana dulu saat baru keluar dari IM seperti tidak berbekas. Ana dulunya benci sama sikap keras Ustadz Jakfar Talib, tapi ana akhirnya ikut terseret juga ke sikap semacam itu.

Bila dilukiskan, majlis-majlis ilmu yang berhubungan dengan Salafi Yamani itu seperti kobaran api. Siapa saja yang ada di dekatnya akan merasa kepanasan, atau menularkan panas ke orang lain. Ana merasakan pengaruh ini ke diri ana sendiri, yang tadinya baik-baik saja jadi timbul kebencian ke orang lain.

Selama interaksi dengan pengikut Salafi Yamani, yang dibicarakannya tahdzir ahli bid’ah, hajr, firqah sesat, bantahan, celaan, dsb. Apalagi kalau mereka sudah angkat bicara soal Sururiyah atau kesesatan tokoh-tokoh IM, panas sekali suasana yang terbentuk. Orang yang semacam ana ini tidak sedikit di tempat-tempat lain.

Kebencian ana ke IM semakin besar saat seprang ikhwan Salafi itu menyodorkan sebuah buku berjudul ”AL IKHWAN AL MUSLIMUN, Anugerah Allah yang Terzalimi”. Buku ini karangan Ustadz Farid Nu’man, penerbitnya Pustaka Nauka dari Kukusan Depok. Sebetulnya buku ini diberikan atas rekomendasi ikhwan juga, biar orang-orang Salafi mau membacanya, termasuk ana di dalamnya. Sehabis membaca buku itu ana malah semakin tidak simpati ke IM. Selain memberi rekomendasi, Ikhwan itu juga melontarkan kritikan-kritikan tidak sedap ke Salafi, sehingga semakin bulat hari ana untuk menyusun sebuah bantahan.

Ana kumpulkan saja buku-buku, tulisan-tulisan yang mengupas penyimpangan IM, lalu ana ambil materi dari sana-sini (istilahnya ’menjahit materi’). Ana tambahkan disitu komentar-komentar ana, sampai jadilah sebuah buku berjudul, ”Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM)”. Selanjutnya buku itu diedarkan secara terbatas di bawh UISP (milik kami sendir). Sudah tentu ikhwan yang mengkritik kami itu, kami sodori buku itu juga. Jujur saja, kalau tidak diprovokasi oleh sikap aktivis itu mungkin buku tersebut tidak pernah disusun.

Sesudah waktu berjalan cukup lama, sesudah ana baca-baca buku, tulisan-tulisan, ana diskusi-diskusi, akhirnya ana putuskan untuk membersihkan diri dari pemikiran-pemikiran ”Salafi ekstrem” yang telah bercokol dipikiran ana. Ana tidak mau ketempatan sesuatu yang bisa merusak diri sndiri. Kalau ingat keadaan seperti ini rasanya ana ingin kembali ke situasi dulu saat baru keluar dari IM secara baik-baik. Dulu ana bisa tersenyum saat bertemu teman-teman IM, tapi sekarag ini sulit. Ana sepertinya sudah terjerumus ke sebuah permusuhan keras. Saat ana baca kembali buku ’jahitan’ itu, ana sedih bukan main. Kenapa ana sampai menulis kalimat-kalimat kasar, emosional, menzhalimi saudara sendiri? Padahal tekad ana semula tidak begini. Ya Rabbi, ana memohon ampunan kepada-Mu atas kesalahan-kesalahan ana. Hamba-Mu ini dhaif, sedangkan Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Ampuni ana Rabbi. Amin. Sekian penuturan dari ana.

Selanjutnya melalui forum yang mulia ini ana ingin menyatakan:

Satu, ana bertaubat kepada Allah Yang Maha Pengampun atas kesalahan-kesalahan ana dengan menyusun buku ”Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM)”.

Dua, Ana memohon maaf kepada seluruh jajaran Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) di Indonesia, baik pengurus, anggota, atau simpatisannya, atas tersebarnya buku ”Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM)” di atas, terutama atas kalimat-kalimat tidak adil yang termuat di dalamnya.

Tiga, secara terbuka ana cabut buku tersebut di atas, sebab resiko mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya. Ana menyatakan buku itu tidak sah lagi dan tidak boleh diedarkan atas nama siapa pun.

Empat, ana tetap mengakui adanya kelebihan dan kekurangan pada diri setiap muslim atau kelompok Islam. Namun hendaknya kita bersikap proporsional, yakni tidak memutlakkan kebaikan atasnya dan juga tidak memutlakkan keburukan baginya. Setiap muslim memiliki kelebihan-kekurangan tertentu. Kita harus bersikap adil sebab Allah mencintai orang orang-orang yang adil. (QS. AL-Maidah: 42, Al-Hujurat :9, A Mumtahanah.

Lima, ana nasehatkan kepada ikhwan-akhwat yang sedang belajar ilmu-ilmu keislaman agar berhati-hati dari sikap ekstrem (berlebih-lebihan) dalam segala wujudnya. Kalau diperngaruh-pengaruhi agar bersikap ekstrem, tinggalkan saja sebab doktrin semacam itu akibatnya cuma kerugian saja. Ingatlah selalu sabda Nabi saw dalam haditsnya, ”Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak akan pernah seseorang menyulit-nyulitkan perkara agama ini, melainkan ia akan dikalahkan.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah ra). Sekian pernyataan ana.

Pernyataan di atas ana sampaikan apa adanya, secara ikhlas, tidak ada paksaan atau tekanan. Buat sahabat-sahabat yang mendapatkan manfaat dari pernyataan ini, mohon doa antum semua agar Allah selalu membimbing ana (dan antum smua) buat menetapi jalan yang diridhai-Nya. Amin ya Rabbal ’alamin. Buat ikhwan-akhwat yang keberatan, tidak setuju, atau kecewa atas pernyataan ini, silakan antum mengirim ke [EMAIL PROTECTED] This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it Ana akan usahakan menjawab surat-surat antum, yakni surat-surat yang layak dijawab. Siapa saja yang mau beri masukan, kritik, atau kecaman (mungkin), silakan juga menulis ke e-mail di atas.

Akhirnya ana berdoa kepada Allah, ”Ya Rabbana, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raaf:23).

Ya Rabbi, ana memohon ampunan dan rakhmat dari-Mu. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti sunnahnya akhir jaman. Aminya Rabbal ’alamin.

MyQuran, 5 Agustus 2006

Al faqir ila Rabbi

Anwar Shiddiq

Sumber:http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00346.html

Subhanallah, sebuah studi kasus yang wajib kita jadikan ibrah. Article ini bukan dimaksudkan untuk menjauhkan umat dari dakwah Salafi, tapi hanyalah sebuah warning buat kita semua untuk menjauhi siapapun tanpa terkecuali, apakah mereka seorang yang bermanhaj Salafi, IM, JT, HT, NU, Muhammadiyah whatever you say. Manhaj adalah sarana dan kita tidak berhak menilai seluruh dari jamaah manhaj tertentu memiliki karakter yang sama hanya dengan melihat satu figur tertentu yang berbuat salah. Selama apa yang mereka lakukan tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah dan membumi dengan fitrah manusia tentunya, maka wajiblah untuk kita perhatikan dengan arif dan bijak. Contohnya Salafi, ada yang Yamani, ada yang haroki, ada yang salafi Ihya’ ut Thuratsnya Abdurahman Abdul Khalik, ada salafi al-Sofwah dan al-Haramainnya Muhammad Khalaf dan Yazid Jawwas, ada salafi Muhammad Umar as-Sewed dan lain-lain. Pasti diantara mereka ada salafi yang paling salaf as-Shaleh. Begitu juga dengan salafinya kang Anto dan Abu Salma, entah mereka masuk yang mana. Apakah mimpi dapat bermajlis dengan kelompok yang sungguh-sungguh salaf as-Shaleh itu bisa menjadi kenyataan? Amin ya Rabb…

22 Tanggapan

  1. berita ini Ana kira hanyalah air liur anjing yang sangat najis untuk dipercaya, betapa tidak, apakah mungkin bagi kita semua mengambil ucapan orang ling-lung, bingung dan tidak terarah didupnya seperti pengakuan Anwar Shiddiq ini, dengan berkata bertaubat dari salafy…..
    masya allah, ini orang tau salafy apa tidak sih, kelompok pengajian disebut salafy, benar-benar seorang yang ahmaq, dari sini saja sudah bisa dibaca kalau beliau ini sangat jahil terhadap salafy. lihat lagi komentarku pada pilih salafy atau mukmin

  2. wkwkwk…pengaku ahlussunnah komentarnya kagak nyunnah, kasihan banget si aboemeriya.

  3. MYQURAN…..BACA DULU INI….!

    http://fakta.blogsome.com/2007/02/01/

  4. INI NIH FAKTA LAGI…..coba dibaca……

    (Konspirasi untuk Mengelabui Kebuasan Dakwah IM)

    http://fakta.blogsome.com/2008/04/

  5. wkwkwk udah baca kok, isinya dusta semua, fakta dari hongkong kale. . . ckikik kasihan vebee

  6. Astagfirullah…

    Kenapa sesama umat muslim kita harus bertengkar???

    Sudah jangan di perdebatkan lagi…

    Wallahu’alam bisawab

  7. lho kok malah bertengkar sich,,saia yg g ngerti jd malah bingung ini,,mn yg harus saia percaya dan mn yg tdk?? bukankah smua umat muslim harusnya bersatu kok malah nyleneh begini??g usah menganggap pandangan diri sendiri paling baik,dan pandangan orang lah yang buruk karena hanya Allah yang maha tau,,balik ja dech sm yg dasar2,,ms semakin ngerti arti agama kok malah saling tudih,,gmn to!??

  8. bener tuh, jangan bertengkar he.. he..
    mending kita baca sekali lagi tulisan diatas, semoga Allah Azza Wa Jalla memudahkan kita dalam memhaminya.
    din: jangan bingung, pelajarilah terus Agama-mu, jangan dengar apa kata (kami) manusia, tapi dengarkanlah DALIL dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena (kami) manusia bisa salah dan yang benar hanyalah Rabbul ‘Alamin, bacalah artikel ” Mimpi tentang Ustadz Salafy dari penjara” semoga Allah memudahkanmu dalam memahami isinya, amiin…..

  9. alhamdulillah saya telah keluar dari wahaby/salafy palsu/ahlusunnah palsu….

    Mari bongkar kesesatan wahaby!!!

    Hidup sesat tanpa madzab
    http://salafytobat.wordpress.com

  10. BINGUNG MANA YANG BENERRRRR???

    AKU ADALAH YANG PENCARI HIDAYAH…TOLONG AKU TUNJUKAN AKU KEPADA HIDAYAHMU YA ALLOH

  11. ga usah bingung akh…
    jangan liat ustadznya…
    tapi liat seperti apa ajaran salafy itu sendiri…

  12. WAHHABY: jangan ziarah kubur
    ASEP: Kenapa?
    W: Karena itu bidah
    A:Bidah itu apa?
    W:Semua yg tidak ada di zaman Rasul itu bidah dan semua bidah itu tempatnya di neraka ada haditsnya loh (sambil tersenyum ngejek)KULLU MUHDATSATIN BIDAH WA KULLU BIDATIN DHOLLALAH WA KULLU DHOLALATIN FINNAR
    A:segala yg baru itu di neraka?
    W: ya iya lahhhhhhhhh
    A: gak ada pengecualian?
    W: Nt ini bahlul ya?? gak tau bahasa Arooob, Kullu itu artinya semua mua mua nya……jadi gak ada kecuali2…paham??……
    A:Lahhh.. kalo gitu pake mobil pake hape main internet itu bidah ya….???
    W:loh itu kan lain itu urusan duniawy……….
    A:Tadi katanya kullu itu semuanya????
    W:ya………..(agak tergagap…….)yang baru dalam masalah ibadah maksudnya………kalo mobil hape internet jangan dibawa2 (soale gua juga doyan-dalam hati RED)
    A:ohh…yg ibadah2 aja yah…..??
    W: Ya iayalah masa ya iay pret………..
    A:berarti taraweh berjamaah itu bidah ya mas???
    W:Loh kok bidah???
    A:saya pernah denger katanya taraweh berjammaah itu dicetuskan oleh umar bin khathab bukab oleh rasulullah…..
    W:lohh…….itu lain….itu dilakukan oleh sahabat jadi gakpapa…
    A:kok gakpapa mas?…katanya semua ibadah yg baru diada2kan itu bidah??
    W:oh….Oh………..(tambah tergagap)lain itu ….lain……ehm..mereka itu sahabat nabi jadi boleh mengada adakn bidah……gak papa…….gakpapa…..
    A:gakpapa ya mas?? jadi ada pengecualiannya ya mas???
    W:OH….ya ndak…..gak ada pengeculian gak ada itu…..kalo selain sahabat nabi gak berlaku itu……….
    A:Jadi kalo ada selain sahabat…..yang bikin2 ibadah itu yg namanya bidah ya mas????
    W:Ya Iyyya lah masa ya iyyya dong…………
    A:Ahli bidah itu hukumnya aopa mas???
    W:Hukumnya ya dosa besar bahkan mungkin kafir jadi harus dihajer,,,,,,,,dan di hajar………..halal itu sampeyan kalo ngantemi ahlul bidah………….
    A:Kalo ada orang yg solat tahajjud berjammaah itu bidah gak mas???
    W:Oh bid ah itu………..mana mana orangnya????biar tak hajar…………..
    A:Bener mas….mau hajar orang itu????
    W:iyya………mana biar tak antemi……….
    A:ada di masjidil haram mas orangnya…yaitu syuraim dkk imam masjidil haram…………hayoooo berani ndak
    W:ehm………ehm………(ngempet malu dan marah)
    DIALOG TERSEBUT BENAR2 TERJADI DI PELATARAN MAQBAROH SYUHADA UHUD MUSIM HAJI KEMARIN ANTARA

  13. Salut! Memang salafy yang sekarang ekstrim banget, semua dibilang sesat. Salafy yang sebenarnya bukanlah suatu kelompok Islam tertentu, tapi individu2 yang mengikuti jejak rasul, sahabat, dan tabiin.

  14. Anwar Shiddiq, kalo bingung ya sholat. Minta petunjuk dari Alloh. Salafy itu manhaj al Haq. antum cuma terkena syubhat aja akh. coba tanya kepada diri antum lagi, sudah relakah memberikan wala’ dan barro’ kepada sesuatu yang tidak jelas. Di satu tempat mereka mentahzir orang tentang kesesatan syiah tapi di tempat lain ada yang berusaha menyatukannya dengan ahlu sunnah secara manhajiyyah. Subhanalloh!!!

  15. Assalamu’alaikum wr.wb
    Kepada para pejuang dakwah…ingat kita semua muslim…jangan saling mengejek dan mencela…seburuk2 muslim tetap saudara…musuh kita sudah sangat jelas kaum kafirin yang saat ini pasti tertawa melihat tulisan seperti ini…rapatkan barisan dibawah kalimat Laailahaillallah Muhammad Rasulullah…titik

    Wassalam
    syukron

    Abu Muhammd

  16. LDII gud OnLIY. . .
    Quran Hadits Jama’ah

  17. Assalamu’alikum wr.wb

    @ aboumeriya

    Kalimat yang berbentuk ungkapan kotor , laknat , cacian dan tuduhan keji kalau ditujukan buat saudaranya yang muslim adalah sebuah do’a tertuju pada ALLAH.
    Semoga kalimat – kalimat yang tak pantas terlontar dari saudara se islam tersebut tidak benar adanya , sebab kalau demikian halnya justru akan berbalik menuju dirimu sendiri !

    Berhati – hatilah saudaraku dengan ” bicara -mu “, karena suatu tuduhann kalau ternyata terbukti tidak benar , sungguh berat pikulan dosanya , benarlah ucapan nabi SAW : “..kamu belum beriman , melainkan kamu baru ber-islam “.

    Wa’alaikum salam wr.wb

  18. Orang yang mengamalkan sunah sudah pasti salafiyin tapi orang yang ngaku salafyiin belum tentu mengamalkan sunah, jadi pengakuan saja tidak cukup ya akhi, tapi tampakanlah akhlak salaf itu……….

  19. tanggapan2 diatas ada yang pro dan kontra atau pun yang middle, yang jelas, kalimat kalimat diatas pasti keluar dari bisikan hati masing masing yang menyampaikan, sekarang tinggal lihat saja, sebuah poci tidak akan mengeluarkan kecuali isi poci, lisan tidak akan berucap sesuatu kecuali yang ada didalam hati, apalagi jika di publish di umum seperti ini, tinggal dilihat lagi, apa yang keluar dari lisan kita, begitulah isi hati kita buruk atau tidaknya…orang yang beruntung adalah orang yang mampu mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami orang lain…wallahu a’lam.

  20. اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

  21. Hameed Assegaf:

    cerita antum tuh hanya guyonan orang awam yang tak faham tentang ilmu agama, bahkan mengarah pada mengolok2 sabda Nabi SAW yang sangat agung……..

  22. @Mukhlis semua orang yang mengamalkan sunnah adalah salafiyyin dalilnya mana tuh?

    Apa ada dalil yang mengharuskan jadi ’salafi’. Gak ada tuh dalilnya hanya ikut al quran dan assunah mana dalil jadilah kamu “salafi”

Tinggalkan Balasan